Comscore Tracker

Pasar Galiran Ditutup 3 Hari, Ribuan Pedagang Akan Rapid Test Massal

Sebagian kasus transmisi lokal terjadi di pasar tradisional

Klungkung, IDN Times - Penyebaran transmisi lokal kian meluas di Kabupaten Klungkung. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) akhirnya mengambil langkah akan menutup sementara Pasar Galiran selama tiga hari ke depan. Langkah ini diambil karena dari hasil penelusuran transmisi lokal banyak berasal dari pedagang di Pasar Umum Galiran.

Saat ini jumlah kasus positif COVID-19 di Klungkung melonjak sampai 78 orang. Sebagian kasus transmisi lokal diketahui terjadi di Pasar Galiran. Seperti kasus perluasan transmisi lokal di Dusun Buayang Desa Gunaksa, Desa Paksebali, dan Desa Bakas. Semuanya berasal dari pedagang di Pasar Galiran.

1. Ditutup sementara karena dari hasil penelusuran, sebagian berasal dari pedagang di pasar yang terinfeksi dari luar

Pasar Galiran Ditutup 3 Hari, Ribuan Pedagang Akan Rapid Test MassalIDN Times/Wayan Antara

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Klungkung, I Nyoman Suwirta, menjelaskan Pasar Galiran akan ditutup selama tiga hari ke depan, dimulai Senin (22/6) hingga Rabu (24/6).

"Kami tidak hanya memikirkan pendapatan daerah, tapi langkah ini harus kami ambil. Karena transmisi lokal terus meluas, dan penelusuran sebagian berasal dari pedagang di pasar yang terinfeksi di luar," ujar Suwirta saat dikonfirmasi seusai rapat Gugus Tugas di Ruang Rapat Bupati Klungkung, Jumat (19/6).

Baca Juga: Semua Calon Siswa SMP di Klungkung Dipastikan Dapat Sekolah Negeri

2. Seluruh pedagang tetap akan menjalani rapid test

Pasar Galiran Ditutup 3 Hari, Ribuan Pedagang Akan Rapid Test MassalIlustrasi rapid test. IDN Times/Mia Amalia

Ribuan pedagang tetap di Pasar Galiran akan menjalani rapid test massal selama penutupan. Sementara untuk pedagang tidak tetap, termasuk pedagang lancuban (Pedagang musiman yang menjual barang di luar gedung pasar) yang tidak berasal dari Klungkung, diharapkan bisa melakukan rapid test di daerahnya masing-masing.

"Kamis (25/6) saat Pasar Galiran kembali dibuka, semua pedagang wajib harus mengantongi surat rapid test dengan hasil nonreaktif. Kami tidak mau ambil risiko kesehatan masyarakat dengan kondisi seperti ini," ujar Suwirta, yang juga menjawab sebagai Bupati Klungkung ini.

Baca Juga: Bedanya Rapid Test, Swab dan PCR! Lebih Akurat Mana?

3. Sanitasi pasar dan desinfeksi akan diperbaiki secara menyeluruh

Pasar Galiran Ditutup 3 Hari, Ribuan Pedagang Akan Rapid Test MassalFoto hanya ilustrasi. (Dok.IDN Times/Istimewa)

Selama ditutup tiga hari, para petugas pasar juga akan fokus untuk memperbaiki sanitasi. Supaya sirkulasi di pasar terjaga dengan baik dan mudah dilalui oleh pengunjung.

"Saat ini banyak barang dagangan di gang pasar, itu akan kami atur lagi. Sehingga sirkulasi di pasar akan lebih baik, dan mudah dilalui pengunjung. Selain itu jarak antar pedagang bisa diatur dengan lebih baik," ungkap Suwirta.

Selain itu, pihaknya juga melakukan desinfeksi secara menyeluruh, dan menyiapkan penambahan wasfafel serta sabun untuk cuci tangan.

"Sebelumnya banyak masukan ke kami, bahwa tempat cuci tangan ada, tapi sering tidak ada sabun. Saya sudah perintahkan instansi terkait untuk pengadaan sabun, untuk ditaruh di tempat cuci tangan di pasar," katanya.

Baca Juga: 6 Cara Cuci Tangan yang Benar Pakai Sabun Atau Alkohol

Topic:

  • Irma Yudistirani

Berita Terkini Lainnya