Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Warga Geger, Kerangka Terdampar di Pesisir Ceningan Nusa Penida
Penemuan kerangka di pesisir Pantai Ceningan, Nusa Penida. (Dok. IDN Times/Istimewa)
  • Warga Desa Ceningan, Nusa Penida, digemparkan oleh penemuan kerangka manusia di pesisir pantai yang pertama kali ditemukan dua warga karena mencium bau menyengat.
  • Polsek Nusa Penida bersama Tim Jalak Nusa mengevakuasi kerangka ke RS Gema Santi setelah melakukan olah TKP dan memasang garis polisi di lokasi kejadian.
  • Pihak kepolisian belum dapat mengidentifikasi jenazah karena kondisinya tidak utuh, sementara dugaan awal menyebut jasad terbawa arus laut tanpa laporan orang hilang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Penemuan kerangka yang diduga merupakan jasad manusia di pesisir Pantai Ceningan, Nusa Penida, yang membuat warga setempat geger dan memicu penyelidikan kepolisian.
  • Who?
    Dua warga Desa Ceningan, I Putu Agus Oka Leo Pratama dan I Putu Ngurah Andika Andimada, menemukan kerangka tersebut. Penanganan dilakukan oleh Polsek Nusa Penida dan Tim Jalak Nusa.
  • Where?
    Kerangka ditemukan di pesisir Pantai Ceningan, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Bali. Setelah dievakuasi, jenazah dibawa ke RS Gema Santi di Desa Ped, Nusa Penida.
  • When?
    Penemuan terjadi pada Selasa, 24 Februari 2026. Evakuasi dilakukan malam hari sekitar pukul 19.40 Wita hingga tiba di Pelabuhan Toyapakeh pukul 19.55 Wita.
  • Why?
    Dugaan awal menyebut jasad terbawa arus laut hingga terdampar di pantai. Hingga saat ini belum ada laporan orang hilang dari warga sekitar wilayah tersebut.
  • How?
    Kedua saksi mencium bau menyengat lalu menemukan benda menyerupai jasad manusia. Polisi memasang garis pengaman TKP dan mengevakuasi
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Klungkung, IDN Times - Warga di Desa Ceningan, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, dibuat geger dengan penemuan tulang belulang yang diduga kerangka manusia di pesisir pantai, Selasa (24/2/2026). Kondisi kerangka diketahui sudah tidak utuh.

Kapolsek Nusa Penida, Kompol I Ketut Kesuma Jaya mengatakan, temuan itu pertama kali diketahui oleh dua warga setempat, I Putu Agus Oka Leo Pratama dan I Putu Ngurah Andika Andimada, saat berada di kawasan Pantai Ceningan. Kedua saksi awalnya mencium bau menyengat dari arah bibir pantai.

Mereka lalu melihat benda terdampar yang sempat dikira bangkai hewan. Karena penasaran, keduanya memeriksa menggunakan kayu.

Setelah dilihat lebih dekat, mereka menduga benda tersebut menyerupai jasad manusia. Tanpa menunggu lama, temuan itu langsung dilaporkan ke pihak kepolisian.

"Setelah menerima laporan, personel langsung menuju lokasi untuk melakukan penanganan dan evakuasi,” ujar Kompol I Ketut Kesuma Jaya, Rabu (25/2/2026).

1. Kerangka dievakuasi ke RS Gema Santi Nusa Penida

Penemuan kerangka di pesisir Pantai Ceningan, Nusa Penida. (Dok. IDN Times/Istimewa)

Mendapat laporan tersebut, jajaran Polsek Nusa Penida bersama Tim Jalak Nusa langsung turun ke lokasi. Garis polisi dipasang untuk mengamankan area, sementara petugas melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan meminta keterangan saksi-saksi.

Sekitar pukul 19.40 Wita, jenazah diberangkatkan dari Pelabuhan Ceningan menuju Pelabuhan Toyapakeh dan tiba sekitar pukul 19.55 Wita. Selanjutnya, kerangka tersebut dibawa ke RS Gema Santi di Desa Ped, Nusa Penida, untuk penanganan lebih lanjut.

2. Diduga terbawa arus laut, belum ada laporan orang hilang

Penemuan kerangka di pesisir Pantai Ceningan, Nusa Penida. (Dok. IDN Times/Istimewa)

Berdasarkan koordinasi awal dengan warga sekitar, belum ada laporan kehilangan anggota keluarga di wilayah tersebut.

“Dugaan sementara, jasad tersebut terbawa arus laut hingga terdampar di Pantai Ceningan. Karena kondisinya tidak utuh, proses identifikasi awal cukup menyulitkan,” jelasnya.

3. Aparat belum bisa identifikasi jenazah

Penemuan kerangka di pesisir Pantai Ceningan, Nusa Penida. (Dok. IDN Times/Istimewa)

Setelah dievakuasi ke RS Gema Santi Nusa Penida, aparat berlum dapat mengidentifikasi jenazah tersebut, termasuk menentukan jenis kelaminnya. Mengingat jenazah ditemukan sudah dalam keadaan tidak utuh.

"Saat ditemukan, kondisi jenazah tidak utuh sehingga menyulitkan proses identifikasi awal," ujar Kapolsek Nusa Penida, Kompol I Ketut Kesuma Jaya, Rabu (25/2/2026).

Editorial Team