Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Jumlah Gen Z Cuci Darah di Bali Naik 14,43 Persen Tahun 2025

Jumlah Gen Z Cuci Darah di Bali Naik 14,43 Persen Tahun 2025
Ilustrasi masih muda cuci darah (IDN Times/Aditya Pratama)
Intinya Sih
  • Jumlah pasien cuci darah di Bali naik dari 5.113 orang pada 2024 menjadi 5.336 orang pada 2025, menunjukkan peningkatan 223 pasien dalam setahun.
  • Kelompok usia produktif mendominasi kasus gagal ginjal, dengan rentang usia 56–65 tahun tertinggi dan usia 17–25 tahun mengalami lonjakan sekitar 14,43 persen.
  • Laki-laki lebih banyak menjalani cuci darah dibanding perempuan, masing-masing meningkat menjadi 2.977 dan 2.062 pasien pada tahun 2025.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Denpasar, IDN Times - Rentang usia produktif antara 15 hingga 64 tahun merupakan masa-masa yang sejatinya penuh kegiatan aktif berkreasi dan berkarya. Meskipun demikian, masyarakat usia produktif di Bali berada dalam bayang-bayang ancaman gagal ginjal. Bagi penderita gagal ginjal kronis, dialisis atau cuci darah menjadi prosedur medis yang harus dilalui pasien. 

Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Bali, pasien cuci darah di Bali mengalami peningkatan dari tahun 2024 ke 2025. Tahun 2024, ada 5113 orang pasien cuci darah, sedangkan tahun 2025 ada 5336 orang pasien cuci darah. Artinya, ada penambahan 223 orang pasien cuci darah dalam kurun waktu setahun. Lalu bagaimana dengan usia produktif di Bali? Berikut informasi selengkapnya.

Rentang usia pasien cuci darah di Bali

Ada sembilan kategori rentang usia yang tertera dalam data Dinkes Bali. Melalui diagram batang di atas, terlihat usia produktif mayoritas terjerat dalam penyakit gagal ginjal. Pasien cuci darah tertinggi ada di rentang usia 56-65 tahun. Pada rentang usia tersebut, tahun 2024 ada 1432 orang, jumlah ini berkurang jadi 1408 orang.

Sementara itu, pada rentang usia 17-25 tahun menjadi satu-satunya yang mengalami lonjakan jumlah pasien cuci darah. Tahun 2024 menunjukkan ada 97 orang. Sedangkan tahun 2025 menjadi 111 orang atau ada kenaikan sekitar 14,43 persen. Generasi Z di Bali berada dalam bayang-bayang gagal ginjal.

Laki-laki di Bali lebih banyak menderita gagal ginjal

Jika melihat kategori jenis kelamin, laki-laki di Bali lebih banyak menderita gagal ginjal dibandingkan perempuan. Tahun 2024, pasien cuci darah jenis kelamin laki-laki di Bali ada 2854 orang, sementara perempuan sebanyak 1957 orang.

Setahun kemudian, pada 2025, kedua jenis kelamin ini mengalami peningkatan pasien cuci darah. Ada 2977 laki-laki di Bali yang harus menjalani proses medis cuci darah seumur hidup. Sementara itu, pasien cuci darah berjenis kelamin perempuan pada tahun 2025 ada 2062 orang. Kenaikan signifikan ini menjadi alarm serius bagi generasi usia produktif di Bali untuk menjaga kesehatan ginjal.

Share
Topics
Editorial Team
Irma Yudistirani
EditorIrma Yudistirani
Follow Us

Latest News Bali

See More