Tren Kecantikan Natural Berkembang Pesat di Bali

- Masyarakat saat ini sudah dimudahkan untuk melakukan perawatan. Sekitar 80% masyarakat belum sadar dan memiliki ketrampilan meracik produk perawatan badan sendiri.
- Produk natural bukan instan, membutuhkan waktu 3-6 bulan untuk menunjukkan hasil. Berbeda dengan produk berbahan kimia yang cenderung instan.
- Konsumen dari Eropa dan Australia dominasi pasar produk kecantikan natural di Bali, sementara pasar lokal baru menyumbang sekitar 20 persen.
Denpasar, IDN Times - Aktivitas pembuatan produk natural di wilayah Bali yang melibatkan anak-anak muda kian menggeliat, misalnya saja pembuatan body butter. Edukasi ini rutin dilakukan oleh Boemi Botanicals dengan melibatkan insan pariwisata seperti hotel, resort hingga restoran.
General Manager Boemi Botanicals, Ribka Anastasia, mengatakan industri kecantikan natural di Bali berkembang pesat saat ini. Di pasaran sendiri setiap satu-dua bulan muncul produk-produk baru, baik yang telah berizin edar maupun belum. Potensi ini berkembang di Bali karena turut didukung oleh lifestyle wisatawan asing yang berkunjung dan telah memiliki wawasan terkait dengan kecantikan natural.
"Garis merahnya adalah produk-produknya semua natural dari segi bahannya," ungkapnya saat ditemui di ArtOtel Sanur.
1. Masyarakat saat ini sudah dimudahkan untuk melakukan perawatan

Ribka mengatakan saat ini banyak orang yang mengetahui dengan mudah kandungan apa yang dimasukkan ke badan. Namun, belum banyak yang mengetahui apa yang dipakai di kulit mereka. Padahal, pengetahuan ini penting mengingat kulit merupakan organ terbesar dari tubuh.
Saat ini, masyarakat sudah dipermudah untuk mendapatkan bahan-bahan racikan perawatan kecantikan di pasaran. Ia memperkirakan sekitar 80 persen dari kalangan masyarakat umum belum sadar dan memiliki ketrampilan meracik produk perawatan badan sendiri.
"Semua tamu yang ikut itu bisa membuat produk kecantikannya sendiri," ujarnya.
2. Membangun pemikiran bahwa produk natural tidak instan

Lebih lanjut, Ribka menjelaskan produk natural bukan sekadar mendompleng isu kesehatan kulit, melainkan memang diformulasikan untuk merawat kesehatan kulit secara menyeluruh. Hal ini yang membedakannya dengan produk berbahan kimia. Ia mencontohkan, dalam produk natural tidak terdapat obat anti jerawat yang bekerja secara instan. Produk natural cenderung membutuhkan waktu lebih panjang untuk menunjukkan hasil.
"Kalau di produk natural itu dia perlu waktu 3 sampai 6 bulan untuk mendapatkan itu. Gak ada yang instan," terangnya.
3. Konsumen dari Eropa dan Australia dominasi pasar produk kecantikan natural

Selanjutnya, Ribka mengungkapkan pasar produk kecantikan natural di Bali masih didominasi konsumen internasional dengan porsi mencapai 80 persen, sementara pasar lokal baru menyumbang sekitar 20 persen. Konsumen dari Eropa dan Australia tercatat menjadi market paling dominan sekaligus teredukasi. Wisatawan dari dua wilayah tersebut disebut sudah terbiasa langsung mengecek kandungan (ingredients) produk kecantikan natural, berbeda dengan konsumen lokal yang masih kerap bertanya-tanya.
"Kesehatan kalau menurut saya tidak hanya kulit, tapi body, mind, and soul. Semua dirawat dengan baik sehingga ekosistem di badan jadi bagus," tutup Ribka.

















