Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Pesona Ombak Bali Dipamerkan dalam Magic in The Waves

Surfer Bali
Pameran Magic in The Waves (IDN Times/Ayu Afria)
Intinya sih...
  • Pesona ombak Bali direkam melalui kamera Piping, menampilkan 16 karya fotografi dan satu poster dari rentang waktu 2002 hingga 2024.
  • Bali menghadapi kendala pariwisata kelautan, termasuk masalah pelatihan surfing oleh WNA dan peningkatan sampah laut.
  • Dunia pendidikan diharapkan membidik ketrampilan berenang sebagai agenda khusus, agar kemampuan dasar tersebut dapat dimiliki sejak dini.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Denpasar, IDN Times - Sebanyak 16 karya fotografi pilihan dari total 150 hasil jepretan Made Bagus Irawan alias Piping dipamerkan dalam pameran bertajuk Magic in The Waves. Pameran tersebut digelar di Warung Kubu Kopi, Jalan Sudirman, Denpasar, pada 18–28 Februari 2026. Piping tampak mengenakan kaos putih dan masih terlihat bugar di usia 66 tahun, meski rambutnya telah memutih.

Pria berdarah Bali–Yogyakarta ini sudah dikenal luas di dunia selancar. Namanya menorehkan jejak penting dalam sejarah surfing di Bali melalui media cetak Surf Time pada 1999, yang kemudian berlanjut lewat Magic Wave. Melalui karya-karya yang dipamerkan, Piping ingin berbagi keajaiban surfing yang menurutnya bukan sekadar olahraga. Ia memandang surfing sebagai sarana bermeditasi, menemukan jati diri, sekaligus mencapai pencerahan.

"Cuma surfer yang bisa motret. Titik maksimal yang cantik itu cuma surfer yang tahu. Kekuatan niat itu keren banget dan aku dapat itu di laut," ungkapnya pada Rabu (18/2/2026).

1. Pesona ombak Bali direkam melalui kamera

Surfer Bali
Pameran Magic in The Waves (IDN Times/Ayu Afria)

Piping menuturkan, selain 16 karya fotografi hasil jepretannya menggunakan kamera Canon, pameran tersebut juga menampilkan satu poster. Karya-karya itu diambil dalam rentang waktu cukup panjang, mulai 2002, 2004, 2005, 2006, 2007 hingga 2024. Ia menilai, sebagai anak pantai, Bali hingga kini masih menjadi center of the world untuk berbagai aktivitas laut, mulai dari ombak untuk surfing, diving, hingga pesona paddle.

Ia mencontohkan Pantai Kuta yang meski disebut sudah banyak dieksplorasi wisatawan, tetap memiliki ombak menarik untuk ditunggangi. Namun, belakangan ini pesona stand-up paddle di Bali diakui mulai meningkat dan bahkan mengalahkan pamor surfing. Ia juga menyoroti tantangan di dunia surfing saat ini, di mana permintaan cenderung stagnan sementara jumlah operator terus bertambah, sehingga memicu persaingan harga.

"Barometer dunia. Ke Bali itu adalah sesuai yang untouchable untuk mereka yang hidup di luar. Bedanya dulu kalau kita surfing untuk diri kita, kalau sekarang untuk brand," terangnya.

2. Bali menghadapi berbagai kendala pariwisata kelautan

Surfer Bali
Made Bagus Irawan alias Piping (IDN Times/Ayu Afria)

Sementara itu, aktivitas surfing di Bali saat ini juga tengah menghadapi masalah terkait dugaan adanya WNA yang membuka pelatihan untuk surfing. Ia menuding situasi ini terjadi karena keimigrasian yang memang "membiarkan" hal itu terjadi.

Permasalahan lain adalah adanya sampah laut yang diakui Piping telah ada sejak ia muda. Menurut kesaksiannya pada tahun 1986, laut Bali memang mendapatkan sampah kiriman sejak dulu tetapi tidak separah saat ini. Kondisi diperparah setelah adanya perubahan wilayah bandara yang menyebabkan sampah kiriman terjebak.

"Lebih parahnya itu ketika airport diperpanjang. Itu lebih parah. Sebelumnya tetap natural. Karena ketika diperpanjang arusnya gak gampang balik kan? ketutup, ketahan. Dulu kan lewat," ujarnya.

3. Dunia pendidikan diharapkan membidik ketrampilan di air

Pantai Kuta
Pantai Kuta 31 Desember 2025 (IDN Times/Ayu Afria)

Lebih lanjut, Piping juga menyoroti persoalan generasi di negeri ini. Ia menilai sudah menjadi rahasia umum bahwa masih banyak warga Indonesia yang tidak memiliki kemampuan berenang dengan baik, bahkan tidak bisa berenang sama sekali, padahal hidup di negara kepulauan.

Karena itu, ia berharap ke depan pemerintah mulai memikirkan keterampilan berenang sebagai agenda khusus di dunia pendidikan, agar kemampuan dasar tersebut dapat dimiliki sejak dini.

"Mulai Dinas Pendidikan Badung misalnya, kalau lu mau berprestasi masuk SD, SMP atau SMA harus bisa berenang. Baru kita bisa berubah. Kurikulumnya diperketat di air itu," ungkapnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Paulus Risang
EditorPaulus Risang
Follow Us

Latest News Bali

See More

Pesona Ombak Bali Dipamerkan dalam Magic in The Waves

18 Feb 2026, 20:23 WIBNews