Terapis Spa Asal Jembrana Meninggal Dunia di Rusia

Jembrana, IDN Times - Kabar duka kembali datang dari pahlawan devisa asal Bali. Seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Desa Pergung, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana, Ni Made Dwi Aryawati (36). Ia meninggal dunia di Saint Petersburg, Rusia, pada Sabtu (14/2/2026).
Pihak keluarga menerima kabar duka tersebut pada Sabtu malam sekitar pukul 22.00 Wita. Kepergian perempuan yang bekerja sebagai terapis spa ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan kerabat di tanah kelahiran.
1. Pingsan setelah melayani pelanggan

Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa ini terjadi saat korban tengah menjalankan tugasnya. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Naker Perin) Jembrana, Kadek Mirah Ananta, mengungkapkan bahwa korban sempat mengeluhkan rasa lelah akibat jadwal kerja yang sangat padat.
"Informasi yang didapat, peristiwa bermula saat korban sedang melayani tamu pasangan. Ketika turun dari tempat tidur pijat, korban sempat duduk dan tiba-tiba pingsan sekitar pukul 14.00 waktu setempat," ujar Mirah, Senin (16/2/2026).
Korban dilarikan ke rumah sakit di Saint Petersburg, namun nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia pada pukul 16.26 waktu setempat atau 18.26 Wita.
2. Sempat kirim ucapan Hari Valentine sebelum berpulang

Kejadian ini terasa sangat mendadak bagi rekan kerja korban. Mirah menambahkan, beberapa saat sebelum jatuh pingsan, Ni Made Dwi Arya Wati masih berinteraksi dengan teman-temannya di tempat kerja.
Bahkan, ia menebar keceriaan dengan memberikan ucapan selamat Hari Valentine kepada rekan-rekannya. Tidak ada yang menyangka bahwa interaksi manis di hari kasih sayang tersebut menjadi momen terakhir bersama almarhumah. Korban diketahui baru menjalani kontrak kerja sejak 4 Agustus 2025 dan meninggalkan dua orang anak yang masih remaja.
3. Disnaker Jembrana koordinasi proses pemulangan jenazah

Hingga saat ini, penyebab pasti kematian masih diduga akibat kelelahan ekstrem mengingat saat ini sedang memasuki musim ramai pelanggan (high season) di Rusia. Namun, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jembrana masih menunggu dokumen medis resmi untuk memastikan penyebabnya.
"Kami masih menunggu dokumen resmi berupa surat keterangan kematian dari rumah sakit setempat. Saat ini, kami juga telah berkoordinasi dengan pihak P3MI Bali untuk memantau proses lebih lanjut," pungkas Mirah.

















