Pria di Jembrana Meninggal Setelah Pingsan dalam Pelukan

Jembrana, IDN Times - Warga Desa Baluk, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, mendadak heboh, pada Sabtu (14/2/2026) malam. Seorang pria paruh baya berinisial I Ketut B (56) ditemukan meninggal dunia secara tragis di sebuah pos jaga permanen area DAM Banjar Baluk I.
Pria asal Desa Berangbang, Kecamatan Negara tersebut mengembuskan napas terakhirnya saat bertemu teman perempuan.
1. Korban sempat curhat dan pingsan di pelukan saksi

Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban awalnya bertemu saksi berinisial MW (47) di lokasi kejadian sekitar pukul 19.30 Wita. Keduanya diketahui memang menjalin hubungan asmara yang sudah berjalan selama beberapa bulan terakhir.
Sebelum kejadian, korban sempat mencurahkan isi hatinya (curhat) kepada saksi. Dalam momen itu, korban memeluk saksi, namun tiba-tiba ia jatuh pingsan dan tidak sadarkan diri. Saksi yang panik berusaha menyangga tubuh korban. Namun, karena tak kuat menahan beban, ia melepaskan tubuh korban ke tanah dan segera menghubungi pihak keluarga serta polisi.
2. Polisi menemukan sejumlah obat-obatan di tas korban

Tim Inafis Polres Jembrana bersama dokter dari RSU Negara yang tiba di lokasi langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan pemeriksaan luar. Hasilnya, petugas tidak menemukan tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuh korban.
Namun, petugas menemukan hal yang cukup menyita perhatian di TKP. Yaitu ditemukan cairan yang diduga sperma pada pakaian dalam korban. Kemudian ada sejumlah obat-obatan di dalam tas korban, yakni jenis Piroxicam dan Sun Biological. Serta mengamankan barang bukti berupa ponsel dan uang tunai senilai Rp1.920.000.
3. Keluarga menolak autopsi dan menganggap sebagai musibah

Kasi Humas Polres Jembrana, Ipda I Putu Budi Arnaya, membenarkan peristiwa tersebut saat dikonfirmasi. Meski penyebab pasti kematian secara medis belum diketahui, pihak keluarga korban memilih untuk tidak memperpanjang masalah ini.
"Keluarga korban menyatakan telah mengikhlaskan kejadian ini sebagai musibah murni dan menolak untuk dilakukan autopsi," ungkap Budi.


















