Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Kemampuan Anak yang Sering Dilupakan Orangtua

ilustrasi anak mengalami kecemasan (pexels.com/Mikhail Nilov)
foto hanya ilustrasi (pexels.com/Mikhail Nilov)

Anak-anak lahir dengan karakteristik yang beragam. Keunikan inilah yang sesungguhnya patut disyukuri oleh setiap orangtua. Anak-anak juga menyimpan hal-hal yang luar biasa dalam dirinya. Kemampuan ini justru jarang disadari orangtua.

Apabila bakat tersebut disepelekan, nantinya bisa berdampak pada tumbuh kembang mereka. Sebelum salah langkah, simak yuk di bawah ini lima kemampuan anak yang sering dilupakan orangtua.

1. Anak memiliki memori yang baik

ilustrasi anak kecil (unsplash.com/@tchen_7993)
ilustrasi anak kecil (unsplash.com/@tchen_7993)

Anak-anak diberkahi dengan memori otak yang luar biasa dibandingkan saat ia beranjak dewasa. Memori anak-anak dapat membantu mereka dalam mengingat segala hal yang ada di sekitarnya, bahkan hingga kebiasaan yang dimiliki orangtuanya.

Itulah alasan mengapa orangtua tak boleh berbuat sesukanya pada anak. Cara mendidik anak dengan membentak, memarahi secara keras, atau bahkan memukul, jelas tidak dibenarkan. Jika nekat melakukannya, maka anak akan merekam dengan jelas hal tersebut dan menyimpan rasa traumanya tersendiri.

2. Anak adalah peniru andal

ilustrasi ibu dan anak (pexels.com/@ph-m-tu-n)
ilustrasi ibu dan anak (pexels.com/@ph-m-tu-n)

Kamu mungkin sudah sering mendengar bahwa anak memiliki kebiasaan unik, yaitu meniru. Memang inilah hal luar biasa yang diberkahi pada anak sebab kemampuan menirunya begitu hebat.

Anak-anak akan cenderung mudah meniru apa yang dilihat dan didengarnya. Itulah mengapa segala informasi, ucapan, hingga tindakan harus diperhatikan, sebab dapat menimbulkan bahaya apabila anak sampai meniru hal-hal yang buruk.

3. Anak memiliki pola berpikir yang kritis

Foto hanya ilustrasi. (pexels.com/@alex-green)
Foto hanya ilustrasi. (pexels.com/@alex-green)

Orangtua mungkin sudah sering menerima beragam pertanyaan dari anak-anak yang cukup memusingkan. Bahkan sering kali hal-hal detail yang besifat retorik pun tak luput ditanyakan oleh anak. Sebetulnya itu merupakan proses anak dalam mengolah apa yang dilihat dan didengarnya. Sehingga respons orangtua nantinya akan menjadi stimulasi yang membantu validasi pemahamannya.

Pemikiran kritis ini sering dianggap sebelah mata, sehingga membuat anak akan membatasi dirinya. Respons orangtua terhadap segala pertanyaan anak juga tak selalu baik, bahkan ada pula yang justru sampai memarahi anak sebab banyak bertanya.

4. Anak adalah pemaaf, namun juga bisa jadi pendendam

ilustrasi anak dalam kamar (pexels.com/Artem Podrez)
ilustrasi anak dalam kamar (pexels.com/Artem Podrez)

Anak-anak memiliki hati yang tulus dan tak dapat dibandingkan dengan orang dewasa. Kamu mungkin akan melihat bagaimana anak bisa dengan mudahnya memaafkan seseorang, lalu bersikap layaknya tak ada apa pun yang terjadi.

Meski dinilai pemaaf, namun nyatanya anak bisa jadi pendendam. Sikap ini membuat anak jadi mudah menyimpan rasa tak suka yang akan terbawa hingga dewasa apabila diperlakukan dengan tidak menyenangkan.

5. Anak mampu memerhatikan hal detail

ilustrasi anak sedang berpikir (unsplash.com/lordmaui)
ilustrasi anak sedang berpikir (unsplash.com/lordmaui)

Hal istimewa yang sesungguhnya dimiliki orangtua adalah kemampuan memerhatikan segala hal detail yang ada di sekitarnya. Baik terkait penampilan seseorang, perubahan dekorasi, dan masih banyak lagi. Namun kemampuan luar biasa anak justru sering kali dianggap sebelah mata. Orangtua bahkan sering tak memerhatikan hal ini sehingga bakat mereka terkesan biasa.

Beragam hal luar biasa di atas tentunya menunjukkan bahwa anak-anak memiliki keistimewaan tersendiri. Jadi jangan sesekali anggap enteng bakat anak-anak ya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Topics
Editorial Team
Irma Yudistirani
Ni Ketut Sudiani
Irma Yudistirani
EditorIrma Yudistirani
Follow Us

Latest News Bali

See More

10 Percakapan Sehari-Hari Bahasa Bali di Rumah

13 Feb 2026, 15:35 WIBNews