Kopdes Merah Putih di Bali Belum Bahas Pelibatan Program Gentengisasi

Denpasar, IDN Times - Program gentengisasi muncul dari gagasan Presiden Prabowo Subianto saat meninjau hunian sementara di Aceh Tamiang pada Januari 2026 lalu. Prabowo menilai bangunan beratapkan seng itu membuat suasana hunian menjadi panas dan tidak nyaman untuk penghuni.
Sementara itu, berdasarkan pemberitaan IDN Times pada 12 Februari 2026 lalu, Menteri Koperasi, Ferry Juliantono menegaskan, Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah Putih) akan dilibatkan dalam berbagai program produktif nasional, termasuk gentengisasi.
“Program gentengisasi ini membuka peluang besar bagi Kopdes Merah Putih untuk masuk ke sektor produksi yang nyata, berkelanjutan, dan dibutuhkan masyarakat,” ujar Ferry dalam keterangannya, Kamis (12/2/2026).
Penggunaan teknologi baru dan pelibatan anak muda

Ferry menyatakan bahwa program gentengisasi tersebut akan menggunakan pendekatan teknologi baru. Kopdes Merah Putih sebagai pelaksana program akan bertugas merencanakan inovasi, seperti pemanfaatan campuran bahan tanah liat dengan limbah batu-bata dan lainnya.
Selain itu, pihak Kementerian Koperasi RI juga berharap agar anak muda terlibat dalam program ini melalui Kopdes Merah Putih. Anak muda yang akrab dengan dunia digital dinilai punya potensi terlibat dalam inovasi program gentengisasi.
Bali belum bahas program gentengisasi

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah (Diskop UMKM) Provinsi Bali, Tri Arya Dhyana Kubontubuh, menyampaikan bahwa pihaknya belum membahas lebih lanjut soal rencana program gentengisasi kepada Kopdes Merah Putih di Bali.
“Kalau menurut saya pribadi tidak terlalu ada hubungannya dengan Kopdes Merah Putih, lebih baik fokus dulu untuk pemberdayaan dan operasional dari unit usaha atau bisnis dari Kopdes Merah Putih,” kata Tri Arya saat IDN Times menghubungi Sabtu lalu, 14 Februari 2026.
Mayoritas Kopdes Merah Putih Bali bergerak di sektor sembako dan simpan pinjam

Berdasarkan data yang dihimpun Diskop UMKM Bali, saat ini ada 716 Kopdes Merah Putih di Bali. Angka tersebut sesuai dengan jumlah desa dan kelurahan saat ini. Mayoritas Kopdes Merah Putih di Bali bergerak dalam sektor sembako dan simpan pinjam.
Bagi Tri Arya, tantangan yang dihadapi Kopdes Merah Putih di Bali saat ini berkaitan dengan kompetensi sumber daya manusia (SDM). Seperti tata kelola koperasi, unit usaha, modal, dan pembagian wilayah usaha dengan lembaga keuangan lainnya di desa.


















