Hari Baik Menurut Hindu Bali 18 Februari 2026, Saatnya Buka Usaha

- Hari baik menurut Kalender Bali Digital pada 18 Februari 2026 adalah hari yang cocok untuk memulai usaha dan bercocok tanam.
- Hari tersebut juga tidak baik untuk belanja, pernikahan, membangun rumah, dan bekerja hubungannya dengan tanah seperti membajak dan bercocok tanam.
- Beberapa hari baik lainnya termasuk untuk membuat alat berdagang, menyimpan padi di lumbung, melangsungkan upacara, dan mulai belajar atau berlatih.
Selamat pagi semuanya, gimana kabar kamu hari ini? Kalau ada yang merasa tidak sehat, segera berobat ya supaya segera mendapatkan penanganan dokter. Menemani aktivitasmu pada Rabu, 18 Februari 2026 ada berbagai ramalan hari baik berdasarkan Kalender Bali Digital.
Ramalan pagi ini berawal dari kala olih, yakni hari baik untuk mulai suatu usaha. Namun, hari ini tidak baik untuk membuat terowongan, sumur, dan mulai membajak. Ada juga hari yang disebut dengan amerta gati yakni hari baik untuk memulai suatu usaha dan bercocok tanam.
Sementara itu, hari amerta dewa adalah hari baik untuk melakukan Panca Yadnya khususnya Dewa Yadnya, termasuk baik juga untuk membangun tempat-tempat suci atau ibadah dan membuat lumbung maupun dapur. Bagaimana dengan ramalan hari baik lainnya? Berikut selengkapnya.
Hari tidak baik untuk belanja

Asuasa adalah hari yang mengandung sifat boros, tidak baik untuk berbelanja, dan tidak baik untuk dewasa ayu. Carik walangati merupakan hari tidak baik untuk melakukan pernikahan atau wiwaha, atiwa-tiwa/ngaben dan membangun rumah. Dewasa ngelayang artinya baik untuk membangun rumah, membuat jukung dan sejenisnya.
Geni rawana merupakan hari baik untuk segala pekerjaan yang menggunakan api. Namun, tidak baik untuk mengatapi rumah, melaspas atau mengupacarai bangunan baru, dan bercocok tanam. Kajeng rendetan artinya baik untuk menanam tumbuhan yang menghasilkan buah. Kajeng susunan adalah hari baik untuk membuat anyaman atau sejenisnya.
Baik membuat alat penangkap ikan

Kala caplokan adalah hari baik untuk membuat alat-alat penangkap ikan seperti pancing (kail), jala, jaring, bubu, dan bahan untuk umpan. Kala ingsor artinya mengandung sifat atau tanda-tanda mengecewakan. Kala sor merupakan hari yang tidak baik untuk bekerja hubungannya dengan tanah seperti membajak, bercocok tanam, dan membuat terowongan.
Kamajaya artinya hari baik untuk dewasa pernikahan, membangun, membuat alat-alat perang, dan mulai belajar atau berlatih. Pepedan adalah hari baik untuk membuka lahan pertanian baru. Namun, tidak baik untuk membuat peralatan dari besi. Rangda tiga artinya tidak baik melakukan upacara pawiwahan. Salah wadi berarti tidak baik untuk melakukan upacara Manusa Yadnya dan Pitra Yadnya.
Hari baik membuat alat berdagang

Sedana yoga merupakan hari baik untuk membuat alat berdagang, tempat berdagang, dan mulai berjualan karena akan murah rejeki. Srigati artinya baik untuk menyimpan padi di lumbung dan menurunkan padi dari lumbung. Kala bangkung, kala nanggung adalah hari yang tidak baik untuk mulai memelihara ternak.
Srigati munggah adalah hari baik untuk membibit atau menanam padi, membuat alat-alat berjualan, membuat pahat, menyimpan padi atau upacara padi di lumbung. Namun, tidak baik meminjam sesuatu dan menjual beli beras.
Subacara adalah hari baik untuk melangsungkan segala jenis upacara, membuat program (rencana), membuat peraturan, mengangkat atau menunjuk petugas, mulai berlatih/belajar. Pararasan: Aras Kembang, Pancasuda: Sumur Sinaba, Ekajalaresi: Buat Suka, Pratiti: Widnyana.


















