Fangsheng Sederhana Dengan Burung Pipit di Vihara Dharmayana

Badung, IDN Times - Suasana halaman Vihara Dharmayana atau Leeng Gwan Bio, Kuta tampak ramai orang beribadah, Senin (16/2/2026). Di sela-sela kesibukan tersebut, terlihat seorang anak perempuan ditemani sang ibu, Kiki, sedang sibuk melepas Burung Pipit di halaman.
Prosesi yang dinamai fangsheng tersebut bisa dilakukan dengan hewan apa pun yang dimaknai sebagai pembebasan hewan dari penderitaan. Ia membeli 30 ekor burung di penjual burung sebelah vihara.
"Supaya kita juga berumur panjang, diberikan kesehatan. Itu bisa dilakukan kapan saja," terangnya.

Di sebelah lokasi vihara Jalan Gunung Payung terlihat seorang laki-laki penjual Burung Pipit yang memanfaatkan momen perayaan Imlek 2026 dan hari-hari besar. Hardi mengatakan, Burung Pipit tersebut diambilnya dari pengepul sebanyak 1000 ekor. Kemudian pada Senin (16/2/2026) l. ia berangkat ke lokasi sekitar pukul 06.00 Wita. Hingga pukul 16.17 Wita, terjual 200 ekor.
"Udah lama jualan Burung Emprit (Pipit). Per ekor Rp2000. Lumayan banyak yang beli," ungkapnya.
Sementara itu, penanggung jawab Vihara Dharmayana, Adi Dharmaja Kusuma, mengatakan memaknai Tahun Kuda Api dengan semangat layaknya Kuda yang dikenal dengan karakter gesit, tangkas dan pantang menyerah. Adi mengatakan, apa pun yang tidak tercapai di tahun sebelumnya agar terjadi perubahan pada 2026.
"Semua harus seperti Kuda. Harus segala sesuatunya bisa berubah. Harus maju," terangnya.


















