Hari Baik Menurut Hindu Bali 17 Februari 2026, Saatnya Berorganisasi

Rahajeng semeng semeton sareng sami (Selamat pagi teman-teman semuanya). Selamat merayakan Imlek ya, semoga segala harapan dan kebaikan menyertai kita semua. Menemani Selasa, 17 Februari 2026 ada berbagai ramalan hari baik Hindu Bali untukmu.
Ramalan berdasarkan Kalender Bali Digital ini diawali dengan tunut masih yaitu hari baik membentuk perkumpulan atau organisasi maupun mulai membuka sekolah atau perguruan. Hari ini juga baik untuk melas rare atau bayi menetek, mulai melatih ternak kerja, serta baik untuk nelusuk (mencocok hidung sapi atau kerbau) diisi tali pengikat. Bagaimana dengan ramalan hari baik lainnya? Apakah semuanya baik? Baca selengkapnya di bawah ini ya.
Baik menyetem gamelan

Bojog turun merupakan hari baik untuk menyetem gamelan. Carik walangati adalah hari yang tidak baik untuk melakukan pernikahan atau wiwaha, atiwa-tiwa/ngaben dan membangun rumah.
Kala ingsor adalah hari yang mengandung sifat atau tanda-tanda mengecewakan. Kala prawani merupakan hari yang tidak baik untuk semua kegiatan, hari ini mengandung pengaruh yang kurang baik.
Baik membuka lahan pertanian

Pepedan adalah hari baik untuk membuka lahan pertanian baru. Namun, tidak baik untuk membuat peralatan dari besi. Kala tampak merupakan hari yang tidak baik untuk dewasa nikah atau perkawinan.
Kala sor artinya tidak baik untuk bekerja hubungannya dengan tanah seperti membajak, bercocok tanam, dan membuat terowongan. Prangewa adalah hari yang tidak baik mengadakan pertemuan karena mengandung unsur keributan.
Tidak baik untuk upacara perkawinan

Rangda tiga merupakan hari yang tidak baik untuk melakukan upacara pawiwahan atau perkawinan Hindu Bali. Purwanin dina adalah hari yang tidak baik sebagai dewasa ayu.
Salah wadi adalah hari yang tidak baik untuk melakukan Manusa Yadnya, seperti wiwaha, mapendes, potong rambut, dan lainnya. Termasuk tidak baik melaksanakan upacara Pitra Yadnya, misalnya penguburan, atiwa-tiwa/ngaben, nyekah, ngasti, dan lainnya. Pararasan: Aras Tuding, Pancasuda: Sumur Sinaba, Ekajalaresi: Suka Pinanggih, Pratiti: Nama rupa.


















