PKL Direlokasi ke Seberang Lapangan Dauh Waru Jembrana

Jembrana, IDN Times - Pemandangan di sekitar area olahraga hits yaitu Lapangan Dauhwaru, Kabupaten Jembrana tampak jauh lebih rapi dan asri. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jembrana baru saja menuntaskan penataan kawasan dengan merelokasi para Pedagang Kaki Lima (PKL) dari trotoar ke lokasi yang lebih tertata.
Langkah ini diambil bukan tanpa alasan. Selain demi menjaga ketertiban umum, Pemkab ingin mempercantik wajah kota agar masyarakat bisa menikmati ruang publik dengan lebih maksimal tanpa harus terganggu lapak yang menutup jalur pedestrian.
1. Pindah ke "Beten Ancak", tempat baru yang lebih cozy

Pedagang tak sepenuhnya hilang. Mereka cuma "bergeser sedikit" ke seberang jalan, tepatnya di kawasan yang diberi nama Kaki Lima Beten Ancak. Area ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemkab Jembrana dengan Kementerian Keuangan dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali lewat skema lahan pinjam pakai.
Lokasi baru ini dapat menampung hingga 56 PKL. Saat ini, sudah ada 46 pedagang yang mulai menjajakan dagangannya di sana. Jadi, buat kamu yang mau jajan setelah lari sore, tinggal menyeberang saja ke area yang lebih bersih dan nyaman ini.
2. Ekonomi tetap jalan, kota makin cantik

Wakil Bupati Jembrana, I Gede Ngurah Patriana Krisna atau lebih dikenal dengan sapaan Ipat, menegaskan bahwa relokasi ini adalah solusi yang lebih menguntungkan semua pihak. Saat meninjau lokasi ini, ia menyebutkan bahwa pemerintah ingin pedagang punya tempat yang layak tanpa melanggar hak pejalan kaki.
"Relokasi ini bukan untuk membatasi ruang usaha pedagang, tetapi justru memberikan tempat yang lebih tertata dan nyaman. Sehingga kawasan lapangan tetap indah dan ekonomi masyarakat tetap bergerak," ungkap Ipat.
3. Trotoar kembali ke fungsinya, lalu lintas dan pejalan kaki tidak terganggu lagi

Kini, kamu bisa jalan-jalan atau jogging di trotoar Lapangan Dauh Waru tanpa perlu zigzag lagi. Jalur pedestrian yang sebelumnya tertutup lapak, kini kembali bersih dan fungsional.
Transformasi ini diharapkan menjadikan Lapangan Dauh Waru sebagai ruang publik yang benar-benar nyaman untuk bersosialisasi. Menariknya, pusat kuliner Beten Ancak tetap berada di lokasi strategis dan tidak menganggu lalu lintas jalan seperti kondisi sebelumnya.

















