Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

PKL Direlokasi ke Seberang Lapangan Dauh Waru Jembrana

IMG-20260218-WA0130.jpg
Pemerintah Kabupaten Jembrana meninjau Pedagang Kaki Lima (PKL) yang sebelumnya memenuhi trotoar setelah melakukan relokasi. (Dok.Istimewa)

Jembrana, IDN Times - Pemandangan di sekitar area olahraga hits yaitu Lapangan Dauhwaru, Kabupaten Jembrana tampak jauh lebih rapi dan asri. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jembrana baru saja menuntaskan penataan kawasan dengan merelokasi para Pedagang Kaki Lima (PKL) dari trotoar ke lokasi yang lebih tertata.

Langkah ini diambil bukan tanpa alasan. Selain demi menjaga ketertiban umum, Pemkab ingin mempercantik wajah kota agar masyarakat bisa menikmati ruang publik dengan lebih maksimal tanpa harus terganggu lapak yang menutup jalur pedestrian.

1. Pindah ke "Beten Ancak", tempat baru yang lebih cozy

IMG-20260218-WA0110.jpg
Pemerintah Kabupaten Jembrana meninjau Pedagang Kaki Lima (PKL) yang sebelumnya memenuhi trotoar setelah melakukan relokasi. (Dok.Istimewa)

Pedagang tak sepenuhnya hilang. Mereka cuma "bergeser sedikit" ke seberang jalan, tepatnya di kawasan yang diberi nama Kaki Lima Beten Ancak. Area ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemkab Jembrana dengan Kementerian Keuangan dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali lewat skema lahan pinjam pakai.

Lokasi baru ini dapat menampung hingga 56 PKL. Saat ini, sudah ada 46 pedagang yang mulai menjajakan dagangannya di sana. Jadi, buat kamu yang mau jajan setelah lari sore, tinggal menyeberang saja ke area yang lebih bersih dan nyaman ini.

2. Ekonomi tetap jalan, kota makin cantik

IMG-20260218-WA0130.jpg
Pemerintah Kabupaten Jembrana meninjau Pedagang Kaki Lima (PKL) yang sebelumnya memenuhi trotoar setelah melakukan relokasi. (Dok.Istimewa)

Wakil Bupati Jembrana, I Gede Ngurah Patriana Krisna atau lebih dikenal dengan sapaan Ipat, menegaskan bahwa relokasi ini adalah solusi yang lebih menguntungkan semua pihak. Saat meninjau lokasi ini, ia menyebutkan bahwa pemerintah ingin pedagang punya tempat yang layak tanpa melanggar hak pejalan kaki.

"Relokasi ini bukan untuk membatasi ruang usaha pedagang, tetapi justru memberikan tempat yang lebih tertata dan nyaman. Sehingga kawasan lapangan tetap indah dan ekonomi masyarakat tetap bergerak," ungkap Ipat.

3. Trotoar kembali ke fungsinya, lalu lintas dan pejalan kaki tidak terganggu lagi

IMG-20260218-WA0132.jpg
Pemandangan di sekitar area olahraga hits di Lapangan Dauhwaru, Kabupaten Jembrana tampak jauh lebih rapi dan asri. (Dok.Istimewa)

Kini, kamu bisa jalan-jalan atau jogging di trotoar Lapangan Dauh Waru tanpa perlu zigzag lagi. Jalur pedestrian yang sebelumnya tertutup lapak, kini kembali bersih dan fungsional.

Transformasi ini diharapkan menjadikan Lapangan Dauh Waru sebagai ruang publik yang benar-benar nyaman untuk bersosialisasi. Menariknya, pusat kuliner Beten Ancak tetap berada di lokasi strategis dan tidak menganggu lalu lintas jalan seperti kondisi sebelumnya.

Share
Topics
Editorial Team
Irma Yudistirani
EditorIrma Yudistirani
Follow Us

Latest News Bali

See More

[QUIZ] Cara Hadapi Masalah, Kamu Jadi Siapa di Gembala dan Biri-Biri?

19 Feb 2026, 14:15 WIBNews