Alasan Korsleting Listrik Bisa Memicu Kebakaran

Denpasar, IDN Times - Kejadian kebakaran yang diduga disebabkan oleh korsleting listrik sering terjadi di Bali hingga menyebabkan korban jiwa dan kerugian materiel mencapai ratusan juta. Manager Komunikasi dan TJSL PLN UID Bali, I Wayan Eka Susana, mengatakan korsleting listrik hingga dapat menyebabkan kebakaran itu karena beberapa hal.
Ketika korsleting terjadi, arus listrik yang besar mengalir melalui kabel atau komponen listrik, dan menyebabkan panas yang berlebihan. Jika panas ini tidak dapat diatasi, dapat memicu kebakaran.
"Korsleting listrik dapat menghasilkan percikan api yang dapat menyulut bahan-bahan yang mudah terbakar di sekitarnya, seperti kertas, kayu, atau plastik," terangnya, pada Selasa (17/2/2026).
1. Cadangan energi di wilayah Bali hanya sekitar 213 MW

Menurut Manager Komunikasi dan TJSL PLN UID Bali, I Wayan Eka Susana, sistem kelistrikan di Bali saat ini masih aman. Berdasarkan data PLN, konsumsi listrik beban puncak tertinggi di Bali mencapai 1268 MW, sedangkan daya mampu pembangkit hanya 1481MW, sehingga cadangan energi hanya sekitar 213 MW.
"Sehingga sub sitem Bali kondisi aman. Perlu penyelidikan dari pihat terkait, mengingat sering disampaikan isu kebakaran akibat konsleting listrik, " jelasnya.
2. Penyebab korsleting listrik yang harus dipahami masyarakat

Pemahaman korsleting listrik di kalangan masyarakat, menurutnya juga perlu ditingkatkan. Bahwa korsleting listrik pada instalasi pelanggan adalah suatu kondisi di mana terjadi hubungan singkat antara dua atau lebih konduktor listrik yang tidak seharusnya terhubung. Sehingga menyebabkan arus listrik mengalir secara tidak normal dan dapat menimbulkan panas, percikan api, atau bahkan kebakaran.
Beberapa penyebab korsleting listrik antara lain kabel listrik yang rusak atau putus, kabel tidak terisolasi dengan baik, sambungan listrik yang tidak tepat atau longgar, peralatan listrik yang rusak atau tidak sesuai standar, dan penggunaan colokan listrik yang berlebihan. Selain itu juga dapat disebabkan oleh faktor cuaca, air, penghantar listrik seperti hujan atau kelembapan tinggi.
3. Langkah pemeliharaan listrik di lingkungan masyarakat

PLN menyarankan masyarakat untuk melakukan pengecekan rutin, memeriksa instalasi listrik dan peralatan listrik secara teratur untuk memastikan tidak ada kerusakan. Selain itu agar masyarakat menggunakan peralatan listrik yang aman, memastikan peralatan listrik sesuai dengan standar keselamatan dan tidak rusak.
"Jangan memasang terlalu banyak peralatan listrik pada satu colokan listrik," tekannya.
Masyarakat juga agar mematikan peralatan listrik saat tidak digunakan untuk menghemat energi dan mencegah korsleting. Jika terdapat gangguan listrik, diharapkan segera melapor ke PLN untuk mendapatkan bantuan melalui kanal PLN Mobile atau Call Centre 123.

















