Tim SAR Gunakan Helikopter Cari Nelayan Hilang di Gianyar

- Seorang nelayan bernama Nyoman Darin (51) dilaporkan hilang sejak 17 Juli 2026 saat melaut di perairan Pantai Lebih, Gianyar, dan hingga kini belum ditemukan.
- Tim SAR Gabungan mengerahkan helikopter Bell 412 milik Finns SGi Air Bali untuk memperluas area pencarian hingga perairan Selat Badung sejauh 25,6 mil laut.
- Pencarian melibatkan 95 personel dari berbagai unsur SAR dengan dukungan jukung nelayan lokal, rubber boat, serta pemantauan kondisi cuaca dan arus laut.
Gianyar, IDN Times - Nelayan bernama Nyoman Darin (51) belum ditemukan sejak hilang pada Jumat, 17 Juli 2026. Minggu (19/7/2026) adalah hari ketiga pencarian korban. Tim SAR Gabungan mengerahkan satu unit Helikopter Bell 412 milik Finns SGi Air Bali.
Sebelumnya, Darin dilaporkan hilang saat melaut di perairan Pantai Lebih, Kabupaten Gianyar. Hanya terlihat jukung yang di Pantai Saba.
Kepala Kantor Basarnas Bali, I Nyoman Sidakarya, menjelaskan pengerahan helikopter dilakukan untuk menjangkau area pencarian yang lebih luas. Dengan jankauan perairan Gianyar hingga perairan selat Badung yang mencapai 25,6 mil laut.
“Harapannya korban dapat segera ditemukan,” tutur Sidakarya, Minggu (19/7/2026).
Pencarian Darin melibatkan berbagai unsur SAR sebanyak 95 orang. Meraka terbagi dalam tiga jangkauan pencarian yaitu darat, laut, dan udara. Pencarian di area lautan menggunakan dua unit rubber boat.
“Tak hanya itu, kelompok nelayan setempat juga melaksanakan upaya pencarian dengan mengerahkan 10 unit jukung pada area yang telah ditentukan,” imbuh Sidakarya.
Ia menegaskan dengan kekuatan alut dan personel yang memadai, operasi pencarian dan pertolongan akan berlangsung secara maksimal.
“Kami memberikan apresiasi kepada Finns dan juga SGi Air Bali atas dukungan yang luar biasa dibidang kemanusiaan khususnya dalam upaya pencarian dan pertolongan menggunakan helikopter,” jelasnya.
Upaya pencarian akan terus dilakukan hingga memasuki hari ketujuh, melibatkan berbagai alat dan unsur SAR.
Pihak SAR juga menyampaikan bahwa proses pencarian dan pertolongan tetap memperhatikan kondisi cuaca, arus laut, gelombang serta kecepatan angin di lapangan.









.jpg)







