Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Tiga Warga Irak Ketahuan Memakai Paspor Palsu ke Bali
WN Irak masuk ilegal melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai (Dok.IDN Times/istimewa)

Badung, IDN Times - Tiga orang Warga Negara Irak ketahuan petugas Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai masuk Indonesia melalui Bali dengan menggunakan paspor palsu.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai, Bugie Kurniawan, mengatakan ketiganya merupakan satu keluarga yang satu di antaranya balita, menggunakan paspor Belgia palsu dan saat ini dalam pemeriksaan lebih lanjut.

Pengungkapan kasus ini berawal dari kejelian petugas pemeriksa dalam melakukan profiling kepada pelintas. Kecurigaan awal di konter pemeriksaan langsung diikuti dengan ketepatan petugas dalam mengambil keputusan untuk melakukan pemeriksaan lanjutan di Laboratorium Forensik Keimigrasian.

"Hasil Labfor mendeteksi keabsahan dokumen keimigrasian, bahwa paspor Belgia yang dibawa oleh WN Irak tersebut adalah palsu," terangnya.

Setelah dilakukan pendalaman dan pemeriksaan awal oleh petugas TPI, ketiga WNA tersebut langsung diserahterimakan kepada Bidang Intelijen dan Penindakan Keimigrasian (Inteldakim) Kantor Imigrasi Ngurah Rai untuk keperluan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut.

Berdasarkan hasil penelusuran pada sistem pusat data keimigrasian dan jaringan keamanan internasional, yang bersangkutan tercatat tidak masuk dalam daftar cekal maupun daftar HIT Interpol.

Menindaklanjuti penyelesaian proses administrasi dan penindakan keimigrasian, ketiga WN Irak tersebut telah resmi dideportasi dari wilayah Indonesia pada 2 Maret 2026 melalui bandara I Gusti Ngurah Rai dengan penerbangan AK375 yang berangkat pukul 21.05 Wita dengan rute tujuan Kuala Lumpur.

Bugie mengatakan, bahwa petugas harus lebih waspada dikarenakan dinamika perlintasan global semacam ini berpotensi terung lagi.

“Hal ini bisa sangat mungkin terjadi kedepannya sebagai bentuk eksodus besar-besaran WN dari konflik Timur Tengah untuk memasuki negara lain yang dianggap aman dengan berbagai cara,” tegasnya.

Editorial Team