Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Stok BBM Ambulans Puskesmas di Klungkung Tinggal Seperempat Tangki
Pelayanan ambulance dikhawatirkan menganggu pelayanan ambulance di Klungkung. (Dok. IDN Times/Istimewa)
  • Stok BBM ambulans puskesmas di Klungkung tersisa sekitar seperempat tangki, sehingga Dinkes meminta prioritas pengisian karena antrean SPBU berisiko menghambat respons darurat.

  • Layanan Kring Sehat kini memprioritaskan pasien darurat; Dinkes menyiapkan pengawalan Polres dan dukungan PMI untuk penjemputan atau rujukan pasien bila diperlukan.

  • Ambulans RSUD Klungkung masih beroperasi normal dengan stok dijaga penuh, meski pengisian BBM dapat memakan dua jam; rumah sakit juga mengatur kesiagaan dokter.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Kamis (15/10/2026)

Stok BBM ambulans di sejumlah puskesmas Klungkung tersisa sekitar seperempat tangki. Dinkes melaporkan kondisi tersebut kepada Pj Sekda dan meminta prioritas pengisian BBM.

kini

Dinkes Klungkung memprioritaskan layanan KRIS bagi pasien darurat, menyiapkan pengawalan polisi, dan menggandeng PMI. RSUD juga mengantisipasi kendala mobilitas dokter akibat krisis BBM.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Krisis BBM di Bali membuat stok bahan bakar ambulans sejumlah puskesmas di Klungkung tersisa sekitar seperempat tangki dan mendorong penyesuaian layanan kesehatan, terutama layanan Kring Sehat.
  • Who?
    Dinas Kesehatan Klungkung, RSUD Klungkung, Polres Klungkung, PMI Klungkung, ambulans puskesmas, tenaga medis, serta pasien yang membutuhkan penanganan darurat terdampak kondisi ini.
  • Where?
    Kondisi terjadi di Kabupaten Klungkung, Bali, terutama pada ambulans puskesmas, layanan Kring Sehat, RSUD Klungkung, dan SPBU yang mengalami antrean panjang.
  • When?
    Kondisi stok BBM ambulans dilaporkan pada Kamis, 15 Oktober 2026. Hingga saat ini, layanan puskesmas dan puskesmas pembantu masih berjalan.
  • Why?
    Antrean panjang di SPBU memperlambat pengisian BBM, sehingga ambulans berisiko kehilangan waktu respons saat menerima panggilan pasien dalam kondisi gawat darurat.
  • How?
    Dinkes memprioritaskan pasien darurat, berkoordinasi dengan Polres untuk pengawalan rujukan, serta menggandeng PMI. RSUD menjaga tangki ambulans tetap penuh dan mengatur kesiagaan dokter melalui koordinasi telepon.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di Klungkung, bensin untuk ambulans mulai sedikit. Ada ambulans yang tinggal punya bensin seperempat tangki. Dinas Kesehatan takut ambulans terlambat menolong orang sakit karena antrean bensin panjang. Mereka lebih dulu menolong pasien darurat. Polisi dan PMI siap membantu. Ambulans rumah sakit masih aman, tapi mencari bensin bisa sampai dua jam.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di tengah keterbatasan BBM, layanan kesehatan Klungkung menunjukkan kesiapsiagaan melalui penyesuaian yang terarah. Dinkes memprioritaskan pasien darurat, berkoordinasi dengan Polres dan PMI untuk mendukung rujukan, sementara RSUD menjaga ketersediaan BBM ambulans serta mengatur kesiagaan dokter. Pelayanan di puskesmas tetap berjalan dan belum ada laporan dokter terhambat menjalankan tugas.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Klungkung, IDN Times - Krisis bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi di sejumlah wilayah Bali mulai menjadi persoalan serius bagi layanan kesehatan di Kabupaten Klungkung. Stok BBM ambulans di sejumlah puskesmas dilaporkan tersisa sekitar seperempat tangki.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Klungkung mulai waswas. Sebab, ambulans menjadi kendaraan vital yang harus selalu siap bergerak kapan saja, terutama ketika ada pasien dalam kondisi gawat darurat.

Kepala Dinkes Klungkung, drg Gusti Ayu Ratna Dwijawati, mengatakan kondisi stok BBM tersebut telah dilaporkan kepada Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Klungkung, Gusti Agung Gde Putra Mahajaya.

“Per hari ini kondisi BBM pada mobil ambulans tinggal seperempat. Kondisi itu sudah saya laporkan kepada Pj Sekda agar difasilitasi saat pengisian BBM mobil ambulans bisa diprioritaskan,” kata Dwijawati, Kamis (15/10/2026).

Menurutnya, antrean panjang di sejumlah SPBU menjadi persoalan tersendiri. Ambulans yang harus mengantre berjam-jam berpotensi kehilangan waktu respons ketika sewaktu-waktu mendapat panggilan darurat.

“Melihat antrean di SPBU, kami merasa waswas juga,” ujarnya.

1. Dinkes menerapkan penyesuaian layanan KRIS

Pelayanan ambulance dikhawatirkan menganggu pelayanan ambulance di Klungkung. (Dok. IDN Times/Istimewa)

Keterbatasan BBM turut memaksa Dinkes Klungkung melakukan penyesuaian terhadap layanan Kring Sehat (KRIS). Layanan pra-hospital tersebut selama ini menjadi fasilitas jemput bola bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan kesehatan, termasuk penjemputan pasien dan pengantaran ke rumah sakit.

Namun, di tengah kondisi BBM yang terbatas, tidak semua permintaan dapat ditangani dengan pola seperti biasanya. Dinkes kini memprioritaskan pasien yang membutuhkan penanganan segera.

“Untuk sementara, kami utamakan lebih dulu pasien yang kondisinya darurat,” tegas Dwijawati.

Saat ini terdapat tiga ambulans yang digunakan untuk mendukung layanan KRIS. Kendati demikian, pelayanan di puskesmas dan puskesmas pembantu disebut masih berjalan.

Dwijawati juga memastikan belum ada laporan dokter yang tidak dapat menjalankan tugas akibat persoalan BBM.

Untuk menjaga agar pasien gawat darurat tetap dapat dirujuk dengan cepat, Dinkes Klungkung telah berkoordinasi dengan Polres Klungkung. Dukungan pengawalan disiapkan apabila ambulans harus membawa pasien dalam kondisi darurat menuju rumah sakit.

Dinkes juga menggandeng PMI Klungkung untuk membantu proses penjemputan maupun pengantaran pasien apabila dibutuhkan.

Langkah tersebut dilakukan sebagai antisipasi agar keterbatasan BBM tidak sampai berujung pada terganggunya penanganan pasien.

2. Ambulans RSUD masih aman, tapi isi BBM bisa makan waktu dua jam

Kondisi antre BBM di Klungkung. (Dok. IDN Times/Istimewa)

Sementara itu, kondisi operasional ambulans di Rumah sakot Umum Daerah (RSUD) Klungkung sejauh ini masih relatif aman.

Direktur RSUD Klungkung, dr I Nengah Winata, mengatakan pihak rumah sakit berupaya memastikan BBM kendaraan selalu tersedia sehingga ambulans tetap dapat digunakan kapan pun dibutuhkan.

“Kalau ambulans masih normal karena kami upayakan BBM kendaraan selalu penuh,” kata Winata.

Meski stok ambulans masih terjaga, proses mendapatkan BBM tidak selalu berjalan lancar. Seorang staf RSUD Klungkung bahkan disebut membutuhkan waktu sekitar dua jam untuk mendapatkan BBM akibat antrean panjang di SPBU.

Kondisi tersebut menjadi gambaran bahwa persoalan BBM tidak hanya menyangkut ketersediaan bahan bakar, tetapi juga waktu yang harus dihabiskan untuk mendapatkannya.

Bagi layanan kesehatan, waktu menjadi faktor penting, terutama ketika kendaraan digunakan untuk membawa pasien yang membutuhkan penanganan segera.

3. RSUD antisipasi dokter terkendala BBM

Kondisi antre BBM di Klungkung. (Dok. IDN Times/Istimewa)

Persoalan BBM juga mulai diperhitungkan RSUD Klungkung dari sisi mobilitas tenaga medis. Winata mengatakan, pihaknya mengantisipasi kemungkinan dokter jaga yang tinggal cukup jauh dari rumah sakit mengalami kendala perjalanan akibat sulitnya mendapatkan BBM.

Pengaturan jadwal pun dilakukan agar pelayanan tetap berjalan.

"Dalam kondisi tertentu, dokter diminta tetap siaga dan berkoordinasi dengan perawat melalui sambungan telepon," jelasnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article