Klungkung, IDN Times - Krisis bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi di sejumlah wilayah Bali mulai menjadi persoalan serius bagi layanan kesehatan di Kabupaten Klungkung. Stok BBM ambulans di sejumlah puskesmas dilaporkan tersisa sekitar seperempat tangki.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Klungkung mulai waswas. Sebab, ambulans menjadi kendaraan vital yang harus selalu siap bergerak kapan saja, terutama ketika ada pasien dalam kondisi gawat darurat.
Kepala Dinkes Klungkung, drg Gusti Ayu Ratna Dwijawati, mengatakan kondisi stok BBM tersebut telah dilaporkan kepada Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Klungkung, Gusti Agung Gde Putra Mahajaya.
“Per hari ini kondisi BBM pada mobil ambulans tinggal seperempat. Kondisi itu sudah saya laporkan kepada Pj Sekda agar difasilitasi saat pengisian BBM mobil ambulans bisa diprioritaskan,” kata Dwijawati, Kamis (15/10/2026).
Menurutnya, antrean panjang di sejumlah SPBU menjadi persoalan tersendiri. Ambulans yang harus mengantre berjam-jam berpotensi kehilangan waktu respons ketika sewaktu-waktu mendapat panggilan darurat.
“Melihat antrean di SPBU, kami merasa waswas juga,” ujarnya.
