Hari Baik Hindu Bali 14 Oktober 2026, Saatnya Membuat Peraturan

- Rabu, 14 Oktober 2026, menurut Kalender Bali Digital, dinilai baik untuk membuat awig-awig atau peraturan, membangun, serta sejumlah aktivitas tertentu.
- Banyu urug mendukung pembuatan bendungan, sementara kala beser baik untuk menyadap tirta dan mengasah taji atau tombak; beberapa waktu melarang sumur, pertanian, pernikahan, ngaben, dan pembangunan rumah.
- Geni rawana mendukung pekerjaan berbasis api, kala sapuhau untuk alat pertanian, dan pepedan membuka lahan baru; kala sor serta kala dangu tidak mendukung pekerjaan tanah, memulai kegiatan, pindah, atau bepergian.
Ada berbagai ramalan hari baik Hindu Bali menyambutmu, Rabu (14/10/2026). Ramalan dari Kalender Bali Digital ini diawali dengan dauh ayu.
Hari ini baik untuk membuat awig-awig peraturan-peraturan atau undang-undang, dan baik untuk membangun. Bagaimana dengan ramalan lainnya? Baca selengkapnya di bawah ini.
1. Baik membuat bendungan

Ilustrasi bendungan. (IDN Times/Dhana Kencana) Banyu urug adalah hari baik untuk membuat bendungan. Namun, tidak baik untuk membuat sumur. Babi munggah artinya tidak baik untuk bercocok tanam.
Carik walangati merupakan hari yang tidak baik untuk melakukan pernikahan/wiwaha, atiwa-tiwa/ngaben dan membangun rumah.
Kala beser adalah hari baik untuk menyadap tirta, mengasah taji, dan tombak. Namun, tidak baik untuk membuat empangan/bendungan, berbicara yang sifatnya rahasia.
2. Baik untuk pekerjaan dengan api

Ilustrasi api. (IDN Times/ Agung Sedana) Geni rawana merupakan hari baik untuk segala pekerjaan yang menggunakan api. Namun, tidak baik untuk mengatapi rumah, melaspas atau mengupacarai bangunan baru, dan bercocok tanam.
Gni rawana rangkep adalah hari baik untuk segala pekerjaan yang mempergunakan api. Namun, tidak baik untuk membangun dan mengatapi rumah.
Kala awus bermakna sebagai hari baik untuk membuat garu (lampit). Namun, tidak baik untuk membuat bendungan/empangan, membangun rumah.
3. Baik membuat alat pertanian

Ilustrasi sawah (IDN Times/Yuko Utami) Kala sapuhau adalah hari baik untuk membuat alat-alat pertanian seperti garu, tulud, pemlasahan, tenggala (bajak). Namun, tidak baik untuk membangun.
Kala sor adalah hari yang tidak baik untuk bekerja hubungannya dengan tanah seperti membajak, bercocok tanam, dan membuat terowongan. Kala dangu artinya tidak baik untuk memulai suatu pekerjaan, pindah tempat, bepergian.
Pepedan adalah hari baik untuk membuka lahan pertanian baru. Namun, tidak baik untuk membuat peralatan dari besi. Pararasan: Aras Tuding, Pancasuda: Satria Wibawa, Ekajalaresi: Tininggalin Suka, Pratiti: Upadana.























