Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Bolehkah Kucing Makan Durian, Ini Faktanya!

Kota Denpasar
4 min read
Bolehkah Kucing Makan Durian, Ini Faktanya!
ilustrasi kucing (IDN Times/Irma Yudistirani)
  • Daging durian tidak beracun bagi kucing, tetapi bukan makanan yang sesuai karena kucing karnivora sejati dan tidak membutuhkan buah dalam pola makannya.
  • Aroma durian sangat menyengat bagi penciuman kucing, sementara mereka tidak dapat merasakan manis; konsumsi berlebihan berisiko memicu mual, muntah, atau diare.
  • Biji mentah, kulit berduri, dan olahan durian perlu dijauhkan karena berisiko toksik, tersedak, atau membebani pencernaan; hubungi dokter hewan bila gejala berlanjut.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Siapa yang tidak kenal dengan durian. Durian dijuluki raja buah yang memiliki banyak penggemar. Saat musim durian tiba, aromanya yang tajam tercium dari lapak pinggir jalan sampai dapur rumah.

Tak jarang, buah dengan kulit berduri ini sering mencuri perhatian kucing. Biasanya mereka dengan penciumannya yang tajam mengendus kulit durian. Tak jarang mereka turut memandangi tuannya saat menyantap buah durian.

Lalu, apakah durian aman bagi kucing? Banyak yang mengira buah ini aman untuk kucing karena mengandung gizi bagi manusia. Benarkah? Cek info berikut ini yang ditulis oleh seorang veterinarian, Elizabeth Grey, di laman Catster.

  1. 1. Durian tidak beracun, tapi bukan makanan yang cocok untuk kucing

    Buah durian yang sudah dibelah.
    Buah durian yang sudah dibelah. (Pexels.com/Jeffry Surianto)

    Daging buah durian tidak termasuk racun bagi kucing. Kalau si kucing sempat menjilat atau mencuri sisa daging buah yang jatuh di lantai, kamu tidak perlu langsung panik. Kucing yang sehat umumnya baik-baik saja setelahnya.

    Meski begitu, tidak beracun belum tentu cocok. Kucing adalah karnivora sejati yang kebutuhan gizinya dipenuhi dari protein hewani, jadi mereka tidak membutuhkan buah, termasuk durian.

    Kalaupun dokter hewan memberi lampu hijau, camilan sebaiknya tidak lebih dari sekitar 10 persen kalori harian. Khusus buah, cukup sekitar 2 persen saja, dan sisanya tetap makanan kucing yang lengkap dan seimbang.

  2. 2. Aromanya bikin kucing mundur, dan rasa manisnya tidak terasa

    Ilustrasi kucing sedang bermain. (Pixabay.com/AlešHáva)
    Ilustrasi kucing sedang bermain. (Pixabay.com/AlešHáva)

    Indra penciuman kucing diperkirakan sekitar 14 kali lebih tajam daripada manusia. Aroma durian yang sudah bikin sebagian orang menutup hidung terasa jauh lebih menyengat bagi mereka. Wajar kalau kebanyakan kucing langsung kabur, meski ada juga satu-dua yang malah penasaran.

    Soal rasa, manisnya durian sebenarnya tidak akan dinikmati kucing. Peneliti dari Monell Chemical Senses Center di jurnal PLOS Genetics, menemukan gen reseptor rasa manis kucing tidak berfungsi, sehingga kucing tidak bisa mendeteksi rasa manis.

    Mereka masih bisa merasakan asin, asam, dan pahit, jadi ketertarikan pada durian mungkin datang dari hal lain. Karena itu, kucing yang tampak doyan bukan alasan untuk menjadikan durian camilan rutin.

  3. 3. Perut kucing bisa protes

    ilustrasi kucing (pixabay.com/Pexels)
    ilustrasi kucing (pixabay.com/Pexels)

    Durian punya kandungan gula dan kalori yang lumayan tinggi. Per 100 gram, daging buahnya mengandung sekitar 147 kkal dan 27 gram karbohidrat. Pencernaan kucing tidak dirancang untuk mengolah gula dan bahan nabati dalam jumlah banyak, jadi mual, muntah, atau diare bisa muncul, terutama kalau porsinya besar. Kucing dengan diabetes sebaiknya tidak diberi sama sekali.

    Perhatikan tanda-tanda seperti sering menjilat bibir, muntah, diare, dan nafsu makan menurun. Kalau kucing hanya mencuri sedikit dan tampak normal, cukup awasi perilakunya beberapa waktu. Namun kalau gejalanya berlanjut atau ia terlihat lemas, jangan menunda untuk menghubungi dokter hewan. Lebih baik berjaga-jaga daripada menyesal belakangan.

  4. 4. Biji, kulit, dan olahan durian lebih baik dijauhkan

    Buah durian yang sedang dibelah.
    Buah durian yang sedang dibelah. (Pexels.com/Gu Bra)

    Bagian yang paling perlu diwaspadai adalah biji. Biji durian mentah mengandung senyawa yang dikenal beracun dan baru aman dikonsumsi setelah dimasak. Ukurannya besar dan keras, sedangkan kucing akan kesulitan mengunyah karena struktur giginya sehingga berisiko tersedak. Kulitnya yang berduri juga sebaiknya segera dibuang supaya tidak digigit atau dijadikan mainan.

    Hati-hati juga dengan olahan durian yang populer di Indonesia, seperti es durian, pancake durian, atau kue dengan krim dan santan. Camilan seperti ini biasanya ditambah gula, susu, atau lemak, sehingga beban untuk perut kucing makin berat.

    Banyak kucing dewasa juga sulit mencerna susu. Jadi, kalau kamu sedang pesta durian, simpan semuanya di tempat yang tidak terjangkau si anabul.

    Jadi, bolehkah kucing makan durian? Secara teknis daging buahnya tidak beracun, tapi tidak dianjurkan karena tidak ada manfaat nyata untuknya serta bisa mengganggu pencernaan. Kalau ingin memberi camilan buah, kamu bisa coba buah seperti semangka, melon, pisang, atau stroberi dan blueberry lebih aman, selalu tanpa biji dan kulit, serta dalam porsi sangat kecil.

    Hindari anggur, kismis, jeruk, bawang merah, dan bawang putih karena bisa membahayakan kucing, serta konsultasikan dulu dengan dokter hewan kalau kamu ragu.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More