SPPG Penyalur MBG di SDN 3 Banjar Jawa Buleleng Dibekukan Sementara

- SPPG Buleleng Kaliuntu, penyalur MBG ke SDN 3 Banjar Jawa, dibekukan BGN selama dua pekan sejak 7 Oktober 2026 setelah 16 siswa mengalami keluhan kesehatan.
- Evaluasi pembekuan mencakup menu MBG dan sanitasi SPPG. Uji laboratorium pada air filter, nasi, tumis wortel kol, serta ayam celup bolognaise tidak menemukan zat berbahaya.
- SPPG belum boleh beroperasi sebelum mendapat rekomendasi Dinkes dan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi. Pemeriksaan rectal swab masih berjalan, sementara edukasi kesehatan dijadwalkan 17 Oktober 2026.
Buleleng, IDN Times - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Buleleng Kaliuntu sebagai penyalur Makanan Bergizi Gratis (MBG) ke SDN 3 Banjar Jawa, Buleleng dibekukan sementara. Badan Gizi Nasional (BGN) telah menerbitkan sanksi pembekuan sementara tersebut sejak Rabu (7/10/2026).
Pembekuan sementara ini akan berlangsung selama dua pekan sebagai sarana evaluasi menu MBG hingga sanitasi SPPG. Termasuk sebagai imbas 16 orang siswa SDN 3 Banjar Jawa mengalami mual, muntah, pusing, dan sakit perut.
Laporan Hasil Uji (LHU) dari UPTD Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) Kabupaten Buleleng menunjukkan bahwa sampel air filter, nasi putih, tumis wortel kol, dan ayam celup bolognaise milik SPPG Buleleng Kaliuntu negatif dari zat berbahaya.
Meskipun sampel tersebut dinyatakan negatif dari zat berbahaya, Kepala Dinkes Buleleng dr. Sucipto menyatakan SPPG Buleleng Kaliuntu belum dapat dinyatakan beroperasi.
“Setelah ada rekomendasi baru bisa beroperasi. Rekomendasi dari Dinas Kesehatan yang mengeluarkan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS),” kata Sucipto kepada IDN Times Rabu (14/10/2026).
Pasca hasil lab sampel menu MBG dan filter air, masih ada sampel lainnya dalam tahap investigasi. “Selain sampel air dan makanan masih ada pemeriksaan seperti rectal swab yang masih menunggu hasil dan edukasi kesehatan,” imbuhnya.
Sementara itu, edukasi terkait pasca kejadian ini, Sucipto mengatakan akan dijadwalkan pada Sabtu (17/10/2026) mendatang.






















