Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
SDN 12 Dauh Puri Masih Kebanjiran, Siswa Kelas 1 dan 2 Belajar di Rumah
Kondisi SDN 12 Dauh Puri pada Rabu (25/2/2026) masih terendam banjir. (IDN Times/Yuko Utami)
  • SDN 12 Dauh Puri di Denpasar masih terendam banjir sejak 24 Februari 2026, terutama di sisi selatan yang mencakup ruang kelas satu, dua, dan ruang guru.
  • Siswa kelas satu dan dua belajar daring dari rumah karena area kelas mereka tergenang, sementara guru beraktivitas di gedung perpustakaan yang tidak terdampak banjir.
  • Pihak sekolah telah menghubungi BPBD untuk menyedot air, serta berharap renovasi sisi selatan dilakukan tahun 2027 agar tidak lagi mudah kebanjiran.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Denpasar, IDN Times - Sekolah Dasar Negeri (SDN) 12 Dauh Puri, Denpasar Barat, Kota Denpasar, terendam banjir sejak Selasa (24/2/2026). Berdasarkan pantauan IDN Times pada Rabu (25/2/2026), sekolah yang beralamat di Jalan Pulau Misol Gang I Nomor 5 ini masih terendam banjir di sisi selatan area sekolah. 

Sisi selatan sekolah terdapat gedung kelas satu, dua, dan ruang guru yang terendam. Akibatnya, para siswa kelas tersebut belajar daring di rumah masing-masing sejak kemarin hingga hari ini. Sementara itu, para guru menggunakan gedung perpustakaan untuk berkegiatan. 

Guru Kelas Empat SDN 12 Dauh Puri, Arya Ari Setiawan mengatakan curah hujan yang tinggi sejak tiga hari lalu membuat sekolah tempatnya mengajar kebanjiran. “Kalau awalnya itu sudah pasti karena curah hujannya yang cukup tinggi kemarin hampir tiga hari itu gak putus hujannya,” tutur Arya kepada IDN Times pada Rabu (25/2/2026).

Banjir kemarin setinggi lutut orang dewasa

Kondisi SDN 12 Dauh Puri pada Rabu (25/2/2026) masih terendam banjir. (IDN Times/Yuko Utami)

Arya menuturkan, banjir Selasa kemarin setinggi lutut orang dewasa. Pihaknya segera berkabar ke grup para orang tua murid, serta menginstruksikan pembelajaran daring di rumah masing-masing. 

“Jadi untuk kelas satu dan kelas dua sementara itu belajar dari rumah daring dulu. Supaya nanti gak ada penyakit juga nanti sama anak-anak,” kata dia.

Kondisi sisi selatan masih terendam banjir setinggi betis orang dewasa. Kata Arya, Kepala Sekolah SDN 12 Dauh Puri telah menghubungi pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk menyedot sisa air banjir. “Kepala sekolah sudah menghubungi pihak dari BPBD. Mudah-mudahan di hari ini BPBD-nya bisa datang untuk nyedot airnya,” jelas Arya.

Dua sumur resapan tidak mampu tampung air hujan

Pedagang kantin SDN 12 Dauh Puri, tetap berjualan pada Rabu, 25 Februari 2026. (IDN Times/Yuko Utami)

Secara tata letak, gedung yang berada di sisi selatan berada lebih rendah dari sisi utara. Pada sisi utara ada gedung kelas tiga, empat, lima, enam, dan perpustakaan. Gedung tersebut terlihat tidak terendam banjir. 

Arya mengatakan, SDN 12 Dauh Puri memiliki dua sumur resapan. Namun, derasnya hujan membuat sumur resapan tersebut tidak mampu menampung air. “Sumur resapannya itu ada dua, cuma memang tetap tidak kuat karena posisi gedung di selatan ini lebih rendah ketimbang gedung utara dan di jalan,” ujarnya.

Ia berharap ada perhatian dari Dinas Pendidikan untuk merenovasi bangunan sisi selatan agar lebih tinggi, sehingga tidak terendam banjir. Pihaknya telah berkomunikasi dengan dinas terkait, Arya mengungkapkan renovasi kemungkinan akan dilakukan tahun 2027 mendatang. 

Bukan banjir pertama

Plang SDN 12 Dauh Puri, Denpasar. (IDN Times/Yuko Utami)

Banjir di SDN 12 Dauh Puri, kata Arya, bukanlah yang pertama. Saat banjir bandang di Bali tanggal 10 September 2025 lalu, SDN 12 Dauh Puri ikut terdampak. “Kalau yang waktu itu (10 September 2025) di sini cukup parah banjirnya karena sampai di bawah jendela itu,” tutur Arya sambil menunjuk jendela gedung kelas sisi selatan.

Kala itu, banjir kian tinggi karena SDN 12 Dauh Puri dekat dengan sungai yang masih satu aliran dengan Daerah Aliran Sungai (DAS) Badung. Kejadian banjir 10 September 2025 lalu, bertepatan dengan Hari Raya Pagerwesi, sehingga para murid libur sekolah. 

“Jadi kejadian itu pas libur untuk sehari, di hari Kamis dan Jumat kalau tidak salah itu anak-anak daring dulu karena sekolah masih terendam. Bapak dan Ibu gurunya yang bersih-bersih dulu di sekolah,” jelas Arya.

Editorial Team