Tabanan, IDN Times - Menjabatnya Prabowo Subianto sebagai Presiden Republik Indonesia saat ini seolah membawa angin segar dan harapan baru bagi petani, nelayan, dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Yakni dengan ditekennya Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2024 tentang penghapusan piutang macet UMKM dalam bidang pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, dan kelautan serta UMKM lainnya pada 5 November 2024 di Jakarta.
Lalu di satu sisi, Jatiluwih mendapat penghargaan dari Organisasi Pariwisata Dunia (UN Tourism) sebagai Desa Wisata Terbaik Dunia 2024. Penghargaan ini diberikan pada 15 November 2024 di Kolombia. Menariknya, menurut Manajer Operasional Daya Tarik Wisata Jatiluwih, Ketut Purna alias Jon, kendati pertanian Jatiluwih sebagai daya tarik wisata, namun pendapatan para petaninya relatif kecil. Petani mendapatkan porsi kecil pendapatan dari kunjungan pariwisata. Yakni sebesar Rp400-600 juta per enam bulan.
"Sebenarnya sawah-sawah di Jatiluwih ini bukan untuk penghasilan untuk kita kaya. Bukan sebenarnya. Sawah-sawah di sini adalah bagaimana simpanan untuk kita makan. Kalau ada lebih, baru kita jual gitu. Gak mungkin gak petani Jatiluwih kaya, karena luas lahan yang mereka punya di sini rata-rata 30-40 are per petani," ungkapnya sambil terkekeh.
