Denpasar, IDN Times - Jurnalis dari berbagai media yang tergabung dalam Serikat Jurnalis Bali (SJB) menggelar aksi damai di depan Monumen Perjuangan Rakyat Bali, Bajra Sandi, Kota Denpasar.
Aksi yang berlangsung pada Minggu, 2 Agustus 2026 ini mengkritik pernyataan Presiden Prabowo yang menyebut jurnalis, LSM, dan peneliti sebagai londo ireng. Mereka juga mendesak permintaan maaf Presiden RI ke-8 itu.
Seperti apa momen aksi tersebut? Yuk cek dalam dokumentasi di bawah ini.
Potret Aksi Serikat Jurnalis Bali
Masyarakat umum memotret pelaksanaan aksi damai SJB. (IDN Times/Yuko Utami)
Aksi damai Serikat Jurnalis Bali desak permintaan maaf Presiden Prabowo Subianto usai sebut jurnalis, LSM, dan peneliti sebagai londo ireng. (IDN Times/Yuko Utami)
Koordinator Aksi, Rizky Setyo Samudro menjelaskan tuntutan massa aksi, desak Prabowo meminta maaf. (IDN Times/Yuko Utami)
Masyarakat menandatangani petisi nyatakan dukungan terhadap jurnalis. (IDN Times/Yuko Utami)
Solidaritas masyarakat sipil mengalir dalam petisi. (IDN Times/Yuko Utami)
Jurnalis tanda tangan dalam sehelai kain putih besar, nyatakan solidaritas. (IDN Times/Yuko Utami)
Kain putih hampir penuh berisi tanda tangan dan curhatan masyarakat atas keresahan kondisi negara. (IDN Times/Yuko Utami)
Lakon tiga pejabat memandangi aspirasi masyarakat. (IDN Times/Yuko Utami)
