Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Polres Tabanan Tunggu Hasil Autopsi Pencuri Ayam di Baturiti
Press rilis kasus pencurian ayam dan penganiayaan hingga korban meninggal di Polres Tabanan, Senin (27/7/2026) (IDNTimes/Wira Sanjiwani)
  • Polres Tabanan menunggu hasil autopsi forensik setelah ekshumasi jenazah KD, terduga pencuri ayam yang meninggal usai dikeroyok massa di Baturiti.
  • Penyidik telah memeriksa 30 saksi, naik dari 18 orang, dan melibatkan ahli pidana untuk memperkuat peran lima tersangka yang sudah ditetapkan.
  • Polisi menyatakan penyidikan tetap berjalan meski kedua pihak boleh berkomunikasi; situasi Desa Batunya kondusif dengan koordinasi Polres Buleleng.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Tabanan, IDN Times - Proses penyelidikan terhadap kasus pencurian ayam di Baturiti, Tabanan yang berbuntut pada meninggalnya pelaku akibat dikeroyok massa masih terus diselidiki oleh pihak Kepolisian Resor (Polres) Tabanan.

Kapolres Tabanan, AKBP I Putu Bayu Pati, mengatakan saat ini pihaknya sedang menunggu hasil autopsi usai ekshumasi atau proses pembongkaran makam jenazah KD, pelaku pencurian ayam tersebut.

"Kami masih menunggu hasil pemeriksaan kedokteran forensik setelah proses ekshumasi dilakukan. Diinformasikan hasilnya keluar kurang lebih dua minggu," kata Bayu Pati, Rabu (5/7/2026)

1. Polres Tabanan sudah memeriksa 30 saksi

Barang bukti kasus pencurian ayam di Tabanan (Dok.IDNTimes/Humas Tabanan)

Saat ini proses pemeriksaan saksi sudah berkembang dari 18 orang menjadi 30 orang. Namun, meski saksi yang diperiksa bertambah, menurut Bayu Pati, hingga saat ini belum ada penetapan tersangka baru.

"Saat ini tersangka yang ditetapkan tidak bertambah. Tetap lima orang. Namun memang tidak menutup kemungkinan akan ada penambahan tersangka baru," kata Bayu Pati.

2. Polres Tabanan melibatkan saksi ahli pidana

Barang bukti kasus pencurian ayam di Tabanan (Dok.IDN Times/Humas Tabanan)

Dalam proses penyelidikan, Polres Tabanan juga menambahkan saksi ahli pidana. Tujuannya untuk memperkuat peran dari masing-masing 5 orang tersangka yang sudah ditetapkan tersebut.

Mengenai rencana kedua belah pihak untuk bertemu dan melakukan komunikasi, menurut Bayu Pati, hal tersebut dipersilakan. Namun, proses penyidikan tetap akan berlanjut.

"Untuk rencana komunikasi ke dua belah pihak tentu dipersilakan, tetapi proses penyelidikan tetap berjalan," katanya.

3. Kondisi pasca kejadian tetap kondunsif

Sepeda motor milik terduka pelaku maling ayam di Tabanan yang hangus dibakar massa (Dok.IDN Times/Humas Polres Tabanan)

Diketahui, seorang pria berinisial KD atau S tewas dikeroyok massa di Banjar Dinas Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali, Jumat (24/7/2026) lalu. KD yang berasal dari Desa Sidetapa, Kecamatan Buleleng, terpergok mencuri ayam milik warga setempat.

Pasca kejadian, menurut Bayu Pati, kondisi wilayah di Baturiti terutama di Desa Batunya dalam kondisi kondunsif.

"Kami terus melakukan kerja sama dengan Polres Buleleng untuk menjaga situasi desa masing-masing agar tidak ada gerakan-gerakan tambahan yang merugikan kedua belah pihak nanti," kata Bayu Pati.

Curated For You

Editorial Team

Related Article