PMI Asal Tulamben Minta Pulang 2 Hari Sebelum Ditemukan Tewas d Turki

- Dewantari berangkat ke Turki 5 bulan lalu dengan kontrak kerja dua tahun, meninggalkan keluarga tanpa kabar.
- Jenazah Dewantari telah diautopsi di Turki dan hasilnya tidak menunjukkan tanda-tanda kekerasan.
- Dewantari meninggalkan 2 anak yang masih kecil, dan kini diurus oleh keluarga setelah kedatangan jenazah.
Karangasem, IDN Times - Kisah pilu menyelimuti keluarga Ni Komang Dewantari (31), Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Desa Tulamben, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem. Dua hari sebelum ditemukan meninggal dunia di Turki, Dewantari sempat menghubungi keluarga dan menyampaikan keinginannya untuk pulang ke Bali.
Komunikasi terakhir itu terjadi pada 22 Desember 2025. Dalam sambungan telepon dengan suami dan keluarga, Dewantari mengaku tidak betah bekerja di Turki. Ia juga merindukan kedua anaknya yang masih sekolah dasar (SD).
Bagi keluarga, percakapan tersebut kini menjadi kenangan terakhir yang begitu membekas. Setelah panggilan itu, Dewantari tidak bisa dihubungi lagi. Nomor ponselnya mendadak tidak aktif, hingga kabar duka datang dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Turki.
Paman korban, I Wayan Guntur, mengatakan pihak keluarga menerima informasi resmi pada 25 Desember 2025, bahwa keponakannya itu ditemukan meninggal dunai.
"Dalam laporan KBRI, keponakan saya (Dewantari) ditemukan telah meninggal dunia di bibir pantai di wilayah Turki,“ ungkap Wayan Guntur, Senin (12/1/2025).
1. Dewantari berangkat ke Turki lima bulan lalu

Dewantari diketahui berangkat ke Turki sekitar lima bulan lalu dengan kontrak kerja dua tahun. Keberangkatannya bahkan tidak diketahui keluarga besar. Suaminya baru mengetahui Dewantari berada di Turki sekitar dua bulan lalu melalui unggahan di media sosial (medsos). Sebelumnya, korban tinggal di rumah orangtuanya daerah Tulamben setelah mengalami persoalan rumah tangga.
2. Jenazah Dewantari telah diautopsi di Turki

Setelah ditemukan meninggal, jenazah Dewantari dibawa ke rumah sakit di Turki untuk dilakukan pemeriksaan medis dan autopsi. Hasil pemeriksaan menunjukkan tidak ada tanda-tanda kekerasan.
“Hasil autopsi dikatakan tidak ada tanda-tanda kekerasan," jelas Guntur.
3. Dewantari meninggalkan dua anak yang masih kecil

Jenazah Dewantari dipulangkan ke Bali dan tiba pada 8 Januari 2026 lalu. Dua hari kemudian, tepatnya 10 Januari 2026, upacara kremasi dilakukan di setra Desa Tulamben.
"Almarhum meninggal dua anak yang masih kecil. Paling besar baru kelas 5 SD dan paling kecil kelas 2 SD," ungkapnya.


















