Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pertamina Sidak di Bali, Ada Temuan Penyalahgunaan LPG 3 Kg
Inspeksi mendadak (sidak) kelangkaan gas LPG 3 kilogram di Provinsi Bali (Dok.IDN Times/istimewa)

Denpasar, IDN Times - Pertamina Patra Niaga wilayah Bali melakukan inspeksi mendadak (sidak) sebagai tindak lanjut kelangkaan gas LPG 3 kilogram di Provinsi Bali. Dalam sidak ini, Pertamina Patra Niaga wilayah Bali menemukan penyalahgunaan tabung gas. 

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi mengungkap, sidak pada 5 Juni itu menyasar beberapa tempat usaha yang berlokasi di sekitar wilayah Denpasar.

Hasilnya, petugas masih menemukan penyalahgunaan tabung gas di mana pelaku usaha yang penggunaan LPG Subsidi.

"Sebagai tindak lanjut temuan dalam sidak tersebut, tim Pertamina kembali memberikan edukasi kepada para pelaku usaha bahwa sesuai dengan Peraturan Presiden No. 104 Tahun 2007 dan Peraturan Menteri ESDM No.26 tahun 2009 tentang penyediaan dan pendistribusian LPG 3 kg," ungkapnya pada Kamis (6/6/2025).

1. Penyalahgunaan tabung subsidi oleh pelaku usaha

Inspeksi mendadak (sidak) kelangkaan gas LPG 3 kilogram di Provinsi Bali (Dok.IDN Times/istimewa)

Ahad Rahedi mengatakan, saat sidak itu, petugas gabungan mengunjungi 4 lokasi rumah makan dan laundry di wilayah Kota Denpasar. Hasil temuan di 4 lokasi tersebut ditemukan satu rumah makan dan satu laundry yang masih menggunakan LPG 3 kg subsidi.

Pengakuan pemilik usaha kepada petugas bahwa LPG 3 kg subsidi tersebut didapatkan melalui pengecer dengan harga beli berkisar Rp25 ribu melalui praktik canvassing.

2. Salah satu laundry telah bergabung dalam program Bule Bali

Inspeksi mendadak (sidak) kelangkaan gas LPG 3 kilogram di Provinsi Bali (Dok.IDN Times/istimewa)

Selain itu,  dua usaha rumah makan dan laundry yang lainnya ditemukan telah menggunakan LPG nonsubsidi dalam kegiatan usahanya. Bahkan salah satu laundry tersebut telah bergabung dalam program Bule Bali (Bright Gas untuk Laundry Bali) yang mana usaha laundry tersebut memiliki sekitar 50 outlet laundry yang tersebar di beberapa wilayah Bali.

"Penggunaan LPG subsidi yang tidak tepat sasaran sangat berdampak pada kuota kabupaten/kota. Seharusnya kuota tersebut diperuntukan kepada kelompok rumah tangga tidak mampu dan usaha mikro di wilayah Bali," ungkapnya.

3. Langkah edukasi perlu diberikan pada pelaku usaha

Inspeksi mendadak (sidak) kelangkaan gas LPG 3 kilogram di Provinsi Bali (Dok.IDN Times/istimewa)

Sebagai tindak lanjut temuan dalam sidak tersebut, Tim Pertamina kembali memberikan edukasi kepada para pelaku usaha bahwa sesuai aturan, usaha yang diperbolehkan menggunakan LPG 3 kg bersubsidi hanya usaha mikro dan bukan untuk usaha skala menengah dan besar.

”Dalam peraturan (ESDM) tersebut sudah ditentukan dengan jelas mengenai klasifikasi masyarakat atau usaha yang berhak menggunakan LPG 3 kg," tegasnya.

Selanjutnya, para pelaku usaha usaha restoran dan laundry yang kedapatan masih menggunakan LPG 3 kg subsidi tersebut dihubungkan dengan agen LPG NPSO Pertamina yang terdekat.

Editorial Team

Related Article