Buleleng, IDN Times - Seorang perempuan berinisial NP (21) melahirkan bayi laki-laki di Pantai Sangsit, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng. Berdasarkan keterangan Kepala Desa Sangsit, I Putu Arya Suyasa, NP melahirkan secara mandiri di sebuah gubuk tepi pantai. Perbekel Desa Sangsit, I Putu Arya Suyasa, menyampaikan rasa syukur atas keselamatan ibu dan bayi.
“Astungkara, kami bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa karena bayi dan ibunya dalam keadaan selamat,” ujar Suyasa.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Buleleng, I Putu Kariaman Putra, mengatakan pihaknya telah menindaklanjuti kasus tersebut. Kariaman menyampaikan, penanganan awal telah dilakukan secara kolaboratif bersama Puskesmas I Sawan. Pada Kamis, 15 Januari 2026 lalu, Kariaman bersama Pelaksana Teknis (Plt) Kepala Bidang Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial, Ni Luh Riawati, langsung ke lokasi untuk memfasilitasi perlindungan dan penanganan terhadap ibu dan bayi yang baru dilahirkan.
IDN Times mengonfirmasi Kepolisian Resor (Polres) Buleleng, Senin (19/1/2026). Kepala Unit IV Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Sat Reskrim Polres Buleleng, Iptu Agus Fajar Gumelar, mengatakan pihaknya hanya membantu langkah awal penanganan ibu dan bayi.
Kata Fajar, petugas kepolisian setempat telah mencoba menggali keterangan dari NP. Namun, pihaknya menemui kesulitan karena saat ditanya lebih lanjut, jawaban NP tidak dapat dipahami.
“Ketika diinterogasi ibu dari bayi tersebut bahwa ibu tersebut tidak tahu kalau dirinya hamil, tiba-tiba sakit perut, dan melahirkan bayi tersebut,” ungkap Fajar.
Ia mengungkapkan, petugas setempat tidak menanyakan lebih lanjut terduga pelaku yang melecehkan NP. Sebab, pada obrolan sebelumnya, jawaban NP tidak sesuai dengan yang ditanyakan.
Kendala itu membuat petugas kepolisian setempat hanya membantu penanganan awal NP dan bayinya. Penanganan awal itu dengan mengantarkan ke Puskesmas I Sawan.
Sementara itu terkait dugaan kekerasan seksual yang dialami NP, Kasi Humas Polres Buleleng, Iptu Yohana Rosalin Diaz, mengatakan pihaknya hanya dapat melakukan langkah awal penanganan NP dan bayinya.
“Kami sudah koordinasi dan mengantarkan ke puskesmas dan saat ini sudah ditangani oleh dinsos dan dititip rumah aman. Itu saja langkah-langkah kepolisian yang sudah kami lakukan,” kata Yohana pada IDN Times.
