Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Pemudik di Bali Diimbau Menghindari Perjalanan Pada Malam Pengerupukan

Pemudik di Bali Diimbau Menghindari Perjalanan Pada Malam Pengerupukan
Polres Jembrana resmi menggelar Operasi Ketupat 2026 pada Kamis (12/3/2026).(Dok.Istimewa)
Intinya Sih
5W1H
  • Polres Jembrana menggelar Operasi Ketupat 2026 dengan 816 personel gabungan untuk menjaga keamanan arus mudik dan balik di Pelabuhan Gilimanuk selama 13–25 Maret 2026.
  • Kapolres Jembrana mengimbau pemudik menghindari perjalanan pada malam Pengerupukan, 18 Maret 2026, karena diprediksi terjadi kepadatan tinggi dan diberlakukan rekayasa lalu lintas.
  • Pemerintah daerah menekankan pentingnya keselamatan dan toleransi selama momen berdekatan Nyepi dan Idul Fitri, termasuk imbauan istirahat berkendara serta menghormati pelaksanaan Catur Brata Penyepian.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jembrana, IDN Times – Gelombang mudik Lebaran 1447 Hijriah sudah mulai berjalan. Menariknya, tahun ini suasana di Bali, khususnya Kabupaten Jembrana, bakal terasa sangat spesial sekaligus menantang. Pasalnya, momen mudik Idul Fitri 1447 Hijriah berdekatan dengan perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948.

Demi memastikan perjalanan pemudik menuju Pelabuhan Gilimanuk tetap aman dan nyaman, Kepolisian Resor (Polres) Jembrana resmi menggelar Operasi Ketupat 2026, pada Kamis (12/3/2026).

Sebanyak 816 personel gabungan dari TNI, Polri, hingga pecalang dan organisasi kemasyarakatan dikerahkan untuk menjaga wilayah paling barat di Pulau Dewata ini.

Operasi Ketupat 2026 akan berlangsung selama arus mudik dan arus balik terhitung selama 13 hari, mulai dari 13 Maret hingga 25 Maret 2026.

1. Antisipasi "malam hari pengerupukan", hindari mudik tanggal 18 Maret

Situasi Pelabuhan Gilimanuk. (IDN Times /Putu Sastra Putra)
Situasi Pelabuhan Gilimanuk. (IDN Times/Putu Sastra Putra)

Kapolres Jembrana, AKBP Kadek Citra Dewi Suparwati, memberikan peringatan dini bagi masyarakat yang berencana menyeberang ke Jawa di momen kali ini. Tanggal 18 Maret 2026 diprediksi akan menjadi titik krusial karena bertepatan dengan malam Pengerupukan (sehari sebelum Nyepi).

"Kami sangat mengimbau masyarakat untuk melaksanakan mudik lebih awal," tegas AKBP Kadek Citra Dewi. 

Arus lalu lintas di sepanjang jalan menuju Pelabuhan Gilimanuk dipastikan bakal sangat padat. Jika penumpukan terjadi, pihak kepolisian sudah menyiapkan skenario rekayasa lalu lintas hingga pengalihan kendaraan ke jalur-jalur alternatif di wilayah Gilimanuk.

Masyarakat ditekankan jangan nekat ambil inisiatif sendiri atau menerobos antrean. Ikuti arahan petugas di lapangan agar aliran kendaraan tetap mengalir.

2. Jangan paksa berkendara saat hujan, istirahat tiap 2 jam

Foto hanya ilustrasi Pelabuhan Gilimanuk. (IDN Times/Imam Rosidin)
Foto hanya ilustrasi Pelabuhan Gilimanuk. (IDN Times/Imam Rosidin)

Wakil Bupati Jembrana, I Gede Ngurah Patriana Krisna (Ipat), juga memberikan pesan menyentuh buat para pejuang mudik, terutama yang menggunakan sepeda motor. Mengingat cuaca pada Maret 2026 sering tidak menentu, keselamatan adalah hal utama.

"Kalau hujan deras, jangan memaksakan diri. Lebih baik berhenti sejenak demi keselamatan keluarga, apalagi yang membawa anak kecil atau orang tua," pesan Ipat.

Selain faktor cuaca, kelelahan fisik adalah musuh utama. Jika berencana mudik jauh ke Jawa Tengah atau Jawa Barat menggunakan sepeda motor, pastikan untuk beristirahat setiap dua jam sekali. Jangan tunggu sampai mengantuk berat baru mencari tempat berteduh.

3. Jaga toleransi di tengah "double celebration"

Arus mudik Pelabuhan Gilimanuk. (IDN Times /Putu Sastra Putra)
Arus mudik Pelabuhan Gilimanuk. (IDN Times /Putu Sastra Putra)

Tahun 2026 menjadi bukti indahnya keberagaman di Jembrana. Dengan jatuhnya Nyepi dan Idul Fitri dalam waktu yang berdekatan, toleransi antarumat beragama menjadi kunci utama.

Masyarakat yang masih berada di Bali saat hari tenang Nyepi diharapkan mematuhi kesepakatan bersama yang telah dibuat. Hal ini bertujuan agar umat Hindu dapat melaksanakan Catur Brata Penyepian dengan khusyuk, sementara umat Muslim tetap bisa menjalankan ibadah di tengah suasana yang damai.

Share
Topics
Editorial Team
Irma Yudistirani
EditorIrma Yudistirani
Follow Us

Latest News Bali

See More