Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Buntut TMD Berhenti Beroperasi, 317 Pekerja Terdampak
Para pekerja Trans Metro Dewata berkumpul di Terminal Ubung, Denpasar. (IDN Times/Yuko Utami)

Denpasar, IDN Times - “Lanjut, lanjut, lanjut,” teriak para pekerja Trans Metro Dewata (TMD) di Terminal Ubung, Jalan Cokroaminoto, Kecamatan Denpasar Utara, Kamis (2/1/2025). Sebanyak 317 pekerja terdampak sebagai buntut berhentinya Trans Metro Dewata beroperasi. Adapun 317 orang pekerja terdiri dari 228 sopir, 10 petugas administrasi, 16 petugas operasional, 31 mekanik dan bengkel, 14 sekuriti, 14 petugas lainnya, serta 4 manajemen.

Para pekerja TMD berkumpul untuk mendengar informasi lebih lanjut dari manajemen terhadap nasib mereka. Satu di antaranya adalah Imanuel Nabuasa (32 tahun), sopir Trans Metro Dewata.

“Kami sebagai driver diminta tidak cari pekerjaan (dulu), kami masih berusaha Trans Metro Dewata ini berlanjut ke depan. Gaji bulan ini masih dikasih, bulan depan masih dievaluasi,” ujar Imanuel saat dijumpai di Terminal Ubung, pada Kamis (2/1/2025).

1. Informasi yang diterima mendadak

Imanuel Nabuasa (32 tahun) supir Trans Metro Dewata yang terdampak. (IDN Times/Irma Yudistirani)

Imanuel bercerita sambil menahan air matanya. Berhentinya beroperasi Trans Metro Dewata ini dikabarkan secara mendadak. Pada 30 Desember 2024, siang harinya, ia dan sopir lain awalnya masih mengisi jadwal absen beroperasi. Pada 31 Desember 2024, ia dan teman-temannya tetap beroperasi seperti biasa. Hingga memasuki malam sekitar pukul 21.00 Wita, ia menerima informasi di grup WhatsApp driver bahwa para sopir tidak jalan alias tidak beroperasi pada tanggal 1 Januari 2025, dan tanggal 2 Januari 2025 akan ada pertemuan di Terminal Ubung.

“Saya sangat tidak percaya, karena selama ini saya sebagai driver memikirkan Trans Metro Dewata tidak ada berhenti seperti ini,” ucap Imanuel.

2. Baru bergabung pada tahun 2023

Bus Trans Metro Dewata terparkir rapi di Terminal Ubung (IDN Times/Yuko Utami)

Imanuel baru bergabung dengan Trans Metro Dewata pada tahun 2023. Lelaki asal Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) ini terakhir bertugas di Koridor 6 (Sentral Parkir Kuta-Nusa Dua). Jika masuk kerja satu bulan penuh dengan jatah libur empat hari, Imanuel menerima gaji Rp3,6 juta. Sistem kerjanya dibagi menjadi dua shift, dan setiap bus ada dua sopir yang saling bergantian.

Para sopir biasanya tidak menerima gaji jika mereka sakit. Gaji akan diberikan kepada sopir yang menggantikan dirinya, sesuai jumlah izin sakit. Imanuel mengistilahkan sistem ini seperti mendapatkan uang lembur. Ia berharap ada kabar baik dari keberlangsungan Trans Metro Dewata. Mengingat ia telah memiliki keluarga kecil, istri dan anaknya. 

“Berpikir bahwa kita punya istri, punya anak, kebutuhan di rumah kita sebagai suami harus bisa menafkahi mereka di tanah rantau, mudah-mudahan ada kabar baik dan kami driver bisa menafkahi istri dan anak,” jelas Imanuel dengan tangis yang tak dapat dibendung.

3. Pihak manajemen Trans Metro Dewata masih menantikan hasil koordinasi

Ketut Edi Dharma Putra (berpakaian adat Bali) bersama para pekerja Trans Metro Dewata. (IDN Times/Yuko Utami)

Direktur Utama PT Satria Trans Jaya sebagai operator bus TMD, Ketut Edi Dharma Putra, mengungkapkan sebelumnya pihak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali, Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar, dan Dirjen Perhubungan telah menandatangani nota kesepahaman terkait stimulus transportasi umum pada tanggal 6 Desember 1999 dan berakhir pada 2024. 

Berakhirnya operasional TMD yang mendadak ini, menurut Edi ada miskomunikasi dengan setiap pemangku kebijakan.

“Kemungkinan miskomunikasi. Semestinya sebagai stimulan, pemda artinya sudah siap, di sini kelihatannya pemda baru bisa menyiapkan per Juli (2024). Ini menyebabkan terjadi stagnan. Sehingga tidak ada pembiayaan dari pusat, sementara Trans Metro Dewata per 1 Januari di stop pelayanannya,” jelas Edi saat ditemui di Terminal Ubung, Kamis (2/1/2025) pagi.

Kabar yang didapatkan Edi, bahwa pihak Pemprov dan Kementerian Perhubungan tengah berkoordinasi. Sejauh ini Penjabat (Pj) Gubernur Bali telah bersurat ke pihak Kemenhub RI dalam persiapan dan peralihan Trans Metro Dewata pada Juli 2025 mendatang.

“Kami dari operator menunggu pelaksanaanya kalau sudah deal kita coba operasional kembali,” ujar Edi.

Sementara itu, para pekerja Trans Metro Dewata tidak di-PHK, dan manajemen memberikan gaji hingga bulan Januari 2025.

Editorial Team

Related Article