Rawan Banjir, Sungai di Tiga Desa Klungkung Dinormalisasi

- BPBD Klungkung melakukan normalisasi sungai di tiga desa Kecamatan Dawan untuk mengurangi risiko banjir dan memulihkan vegetasi di sepanjang alur sungai.
- Rencana normalisasi telah disusun sejak 2025 dan mulai direalisasikan tahun 2026 sebagai langkah pemerintah daerah menghadapi potensi bencana hidrometeorologi.
- Pemerintah berencana menata bantaran sungai menjadi ruang publik yang mendukung aktivitas rekreasi dan peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Klungkung, IDN Times – Sejumlah alur sungai di Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung mulai dinormalisasi untuk mengurangi risiko banjir saat curah hujan tinggi. Selain memperlancar aliran air, langkah ini juga diarahkan untuk mengembalikan vegetasi di sepanjang kawasan sungai.
Normalisasi dilakukan di tiga desa, yakni Desa Kusamba pada Alur Sungai Candigara dan Lobong, serta Desa Pikat dan Desa Pesinggahan pada Alur Sungai Yeh Banges.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klungkung, Putu Widiada, mengatakan proses normalisasi saat ini masih berlangsung di Sungai Candigara dengan menyisakan sekitar 200 meter pekerjaan.
"Normalisasi masih di Sungai Candigara, tersisa lagi 200 meter. Keseluruhan normalisasi kami targetkan selesai dalam 60 hari kerja," ujar Putu Widiada, Minggu (28/6/2026).
1. Normalisasi juga upaya untuk memulihkan lingkungan sekitar sungai

Menurutnya, normalisasi sungai tidak hanya dilakukan untuk mengatasi penyempitan alur, yang menjadi satu penyebab meluapnya air. Program tersebut juga bertujuan memulihkan kondisi lingkungan di sekitar sungai.
Setelah proses pengerukan dan penataan alur selesai, BPBD Klungkung berencana menanam pohon di sepanjang badan sungai. Bibit pohon yang disiapkan di antaranya alpukat, majegau, dan sawo.
"Kami sudah koordinasi dengan DLHP. Nanti bibit pohon akan ditanam di sepanjang alur sungai dengan jarak sekitar 10 meter," jelasnya.
2. Rencana normalisasi telah disusun sejak 2025, baru realisasi tahun 2026

Sementara itu, Bupati Klungkung, I Made Satria, mengatakan sejumlah wilayah seperti Kusamba dan desa lainnya memang memiliki riwayat terdampak banjir ketika hujan dengan intensitas tinggi.
Ia menyebut rencana normalisasi sungai telah disusun sejak 2025 dan mulai direalisasikan pada tahun ini sebagai upaya pemerintah daerah mengurangi dampak bencana hidrometeorologi.
“Pemda Klungkung berkomitmen mengatasi banjir dengan normalisasi sungai. Rencana ini sudah kami susun sejak 2025, dan tahun ini mulai dilakukan,” kata Made Satria.
3. Bantaran sungai akan ditata menjadi ruang publik

Selain mengurangi ancaman banjir, Made Satria menilai kawasan sungai ke depannya dapat memiliki fungsi lebih luas. Tidak hanya jalur aliran air, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi ruang publik dan mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.
“Ke depan bisa menjadi tempat mancing, rekreasi, dan membuka peluang UMKM tumbuh. Ini bisa memberikan manfaat bagi desa maupun daerah,” ujarnya.
















