Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Pasutri Asal Bangli Meninggal Terseret Ombak di Pantai Goa Lawah

Kab. Klungkung
Pasutri Asal Bangli Meninggal Terseret Ombak di Pantai Goa Lawah
Warga terseret arus di Pantai Rest Area Goa Lawah, Klungkung, Jumat (28/8/2026). (Dok. IDN Times/Istimewa)
  • Pasangan suami istri asal Bangli, I Nengah Rima dan Ni Nyoman Simpen, meninggal setelah terseret gelombang saat membasuh kaki di Pantai Goa Lawah, Klungkung, Jumat pagi.
  • Anak korban dan keponakannya turut terseret saat mencoba menolong, namun berhasil kembali ke tepi; sang anak masih menjalani perawatan di RSUD Klungkung.
  • Korban ditemukan mengapung sekitar pukul 09.05 WITA dan dievakuasi, tetapi nyawanya tidak tertolong; lokasi disebut memiliki pertemuan arus dari dua arah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Klungkung, IDN Times - Perjalanan keluarga menuju Kabupaten Gianyar untuk menghadiri prosesi memadik (meminang) berubah menjadi duka.

Sepasang suami istri asal Desa Pinggan, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, meninggal terseret arus laut di kawasan Rest Area Goa Lawah, Desa Pesinggahan, Kecamatan Dawan, Klungkung, Jumat (28/8/2026) pagi.

Kedua korban yakni I Nengah Rima (60) dan istrinya, Ni Nyoman Simpen (55). Mereka hendak membasuh kaki di tepi pantai, namun tiba-tiba tersapu gelombang dan terseret ke tengah laut.

Rombongan keluarga korban sebelumnya berangkat dari wilayah Bebandem, Kabupaten Karangasem. Mereka hendak menghadiri acara memadik di kawasan Jalan Sakah, Gianyar.

Dalam perjalanan, rombongan memilih berhenti di Rest Area Goa Lawah untuk beristirahat sekaligus sarapan.

Saat berada di lokasi, Ni Nyoman Simpen turun mendekati pesisir. Ia diketahui memiliki masalah kulit pada bagian kaki, sehingga berniat membasuhnya menggunakan air laut. Sang suami, I Nengah Rima, kemudian ikut turun ke tepi pantai.

Namun, sekitar pukul 08.20 Wita, kondisi berubah dalam hitungan detik. Ombak besar tiba-tiba datang dan menghantam mereka. Kedua korban terseret menjauh dari bibir pantai. Keluarga yang melihat kejadian tersebut langsung panik.

  1. 1. Anak ikut terseret arus saat menyelamatkan orangtuanya

    IMG-20260828-WA0093.jpg
    Warga terseret arus di Pantai Rest Area Goa Lawah, Klungkung, Jumat (28/8/2026). (Dok. IDN Times/Istimewa)

    Melihat kedua orangtuanya terseret ke tengah laut, I Kadek Agus Karma Yasa (32) bersama keponakan korban, I Komang Agus Putrawan (37), berusaha memberikan pertolongan. Mereka mencoba mendekati Rima dan Simpen yang berada di tengah laut.

    Akan tetapi, kondisi laut yang masih berarus membuat upaya penyelamatan begitu sulit. Gulungan ombak bahkan ikut menyeret kedua orang yang hendak menolong tersebut. Mereka akhirnya berhasil kembali ke tepian dalam kondisi lemas.

    Sementara itu, Rima dan Simpen sempat belum diketahui keberadaannya. Warga Desa Pesinggahan yang mengetahui kejadian tersebut bergerak melakukan pencarian. Mereka menggunakan kano dan perahu kecil untuk menyisir perairan di sekitar lokasi.

  2. 2. Korban ditemukan mengapung di laut

    IMG-20260828-WA0036.jpg
    Warga terseret arus di Pantai Rest Area Goa Lawah, Klungkung, Jumat (28/8/2026). (Dok. IDN Times/Istimewa)

    Sekitar pukul 09.05 Wita, pencarian menemukan titik terang. Kedua korban ditemukan mengapung di laut. Warga mengevakuasi kedua korban ke daratan.

    Tim gabungan BPBD Klungkung bersama Ambulans PCS KRIS Klungkung selanjutnya membawa Rima dan Simpen ke RSUD Klungkung.

    Keduanya tiba dalam kondisi kritis dan langsung mendapat penanganan medis. Namun, nyawa pasangan suami istri tersebut tidak berhasil diselamatkan. I Nengah Rima dan Ni Nyoman Simpen dinyatakan meninggal dunia.

    Sementara I Kadek Agus Karma Yasa masih menjalani perawatan di RSUD Klungkung setelah ikut terseret arus ketika berusaha menyelamatkan kedua orangtuanya.

  3. 3. Arus bertemu dari dua arah di pesisir Desa Pesinggahan

    Ilustrasi tenggelam (IDN Times/Agung Sedana)
    Ilustrasi tenggelam (IDN Times/Agung Sedana)

    Tokoh masyarakat Desa Pesinggahan, I Putu Juliadi, mengatakan kawasan pesisir Goa Lawah memang memiliki karakteristik laut yang cukup rawan untuk aktivitas berenang. Menurutnya, khusus di sekitar Rest Area Goa Lawah terdapat pertemuan arus dari arah barat dan timur.

    "Saat kejadian itu ada arus dari barat dan timur di titik lokasi itu. Arus seperti itu menyeret korban ke tengah laut," ujar Putu Juliadi.

    Saat mendapat informasi kejadian tersebut dari pedagang di sekitar lokasi, Juliadi langsung menghubungi aparat kepolisian dan puskesmas. Ia juga mengoordinasikan warga untuk membantu pencarian menggunakan kano dan perahu kecil.

    "Saat dievakuasi korban sudah lemas," ungkapnya.

    Juliadi menyebut kejadian perlu menjadi perhatian warga yang beraktivitas di sekitar pesisir. Menurutnya, papan peringatan mengenai kondisi laut juga telah dipasang di kawasan pesisir Desa Pesinggahan.

    Peristiwa warga terseret arus di kawasan pesisir Pesinggahan juga bukan kali pertama terjadi. Pada 2017 lalu, lima orang dilaporkan terseret arus ketika melaksanakan ritual banyupinaruh. Dalam kejadian tersebut, seorang remaja berusia 17 tahun meninggal dunia.

    Karakteristik Pantai Goa Lawah yang memiliki ombak selatan cukup agresif serta palung laut yang dalam membuat kawasan tersebut perlu diwaspadai.

    Gelombang atau swell juga dapat muncul secara tiba-tiba sehingga kondisi laut di dekat bibir pantai dapat berubah dalam waktu singkat.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More