Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Karangasem Kawasan Cincin Api di Bali, Baru 1 Hotel Bersertifikat SKB

Kab. Karangasem
Karangasem Kawasan Cincin Api di Bali, Baru 1 Hotel Bersertifikat SKB
Ketua PHRI Karangasem, Wayan Kariasa. (IDN Times/Yuko Utami)
  • Karangasem di Bali Timur menghadapi risiko tsunami, gempa, longsor, dan aktivitas Gunung Agung, sehingga pengelolaan pariwisata harus berhadapan dengan kerawanan bencana.
  • Akses evakuasi dinilai sulit karena jalan di Karangasem kerap dilalui truk galian C, menambah tantangan saat terjadi keadaan darurat.
  • BPBD Bali mencatat baru satu hotel bintang lima bersertifikasi kesiapsiagaan bencana; PHRI mendorong anggaran berkelanjutan untuk memperluas sertifikasi dan pelatihan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Karangasem, IDN Times - Karangasem sebagai kabupaten yang terletak di sisi Timur Pulau Bali adalah jalur cincin api. Gunung Agung merupakan gunung berapi aktif. Selain sebagai daya tarik, juga sebagai tantangan dan kerawanan bencana.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Wayan Kariasa, menjelaskan tidak hanya sebagai kawasan cincin api, Karangasem juga termasuk kawasan rawan bencana (KRB).

“Daerah Bali Timur itu paling rawan dengan bencana baik itu bencana tsunami, gempa, tanah longsor dan sebagainya,” ujar Kariasa kepada IDN Times di Kota Denpasar Rabu lalu, 26 Agustus 2028.

  1. 1. Jalanan di Karangasem kerap dilalui truk galian C

    Lokasi pertambangan Galian C di Kabupaten Karangasem. (Dok.Pribadi/Muhammad Ibnu Khaldun)
    Lokasi pertambangan Galian C di Kabupaten Karangasem. (Dok.Pribadi/Muhammad Ibnu Khaldun)

    Selain tantangan kebencanaan, Karangasem juga menghadapi tantangan aksesibilitas. Kariasa beralasan bahwa kawasan Bali Timur ini kerap dilalui truk galian C seperti pasir, bebatuan, dan sejenisnya. 

    “Kemudian banyak dilalui oleh truk-truk galian C sehingga bilamana terjadi sesuatu, nah ini accessibility-nya agak sulit untuk melakukan evakuasi-evakuasi ke daerah lain,” jelasnya.

  2. 2. BPBD Bali mencatat hanya satu hotel di Karangasem yang memiliki sertifikasi siap siaga bencana

    IMG_8036.jpeg
    Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Provinsi Bali, Ida Bagus Gede Widnyana Putra. (IDN Times/Yuko Utami)

    Tantangan kepariwisataan di kawasan rawan bencana juga terletak pada kedisiplinan pemilik hotel mengikuti proses sertifikasi kesiapsiagaan bencana (SKB).

    Berdasarkan catatan Badan Penanggulangan Daerah Bencana (BPBD) Provinsi Bali, baru ada satu hotel jenis bintang 5 di Karangasem yang telah tersertifikasi siap siaga bencana.

    Meskipun demikian, Kariasa mengatakan bahwa sejumlah hotel maupun tempat wisata di Karangasem telah mendapatkan pelatihan kebencanaan dari BPBD Karangasem, Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar), hingga Basarnas.

    “Sehingga akan menumbuhkan rasa percaya diri para wisatawan untuk mereka berkunjung ke Karangasem. Itu tujuannya sebetulnya,” imbuhnya.

  3. 3. Berharap anggaran dari pemerintah tersedia secara kontinu untuk SKB

    Ilustrasi anggaran. (IDN Times/Aditya Pratama)
    Ilustrasi anggaran. (IDN Times/Aditya Pratama)

    Ia berharap ada peningkatan anggaran dari Provinsi Bali untuk program SKB, termasuk dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karangasem.

    “Sehingga nantinya kita sama-sama untuk meningkatkan sertifikasi ini menjadi sebuah komitmen ke depan mewujudkan bahwa pariwisata itu aman dan nyaman,” harap Kariasa.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More