Budikdamber Probiotik Unud Cegah Stunting di Desa Gesing

- Desa Gesing, Buleleng, menjadi lokus stunting selama tiga tahun; Unud melatih ibu-ibu PKK Budikdamber Probiotik untuk memenuhi protein keluarga. Data 2022 mencatat 23 anak terindikasi stunting.
- Pelatihan mencakup perakitan ember lele-kangkung, penggunaan probiotik, pakan, dan penyemaian, disertai bantuan sarana produksi. Sistem ini memanfaatkan lahan terbatas serta menjaga kualitas air.
- Probiotik membantu mengurai limbah air, meningkatkan kelulusan hidup ikan di atas 80 persen dan efisiensi pakan hingga 20 persen. Program dipantau Unud serta didukung APBDes dan PKK.
Buleleng, IDN Times - Desa Gesing di Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng menjadi sasaran program pengabdian masyarakat khususnya dalam upaya pencegahan stunting dan penguatan ketahanan pangan keluarga melalui teknologi Budikdamber Probiotik akhir Juli 2026.
Menurut Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat dari Fakultas Kelautan dan Perikanan Universitas Udayana (Unud), I Putu Gede Eka Handrayana Putra, Desa Gesing tercatat secara konsisten tiga tahun berturut-turut sebagai desa lokus stunting di Kabupaten Buleleng. Dalam penanganan stunting ini, tim melibatkan peran ibu-ibu PKK agar dapat memulai kegiatan budidaya untuk memenuhi kebutuhan protein rumah tangga sehingga angka stunting dapat ditekan.
"Data tahun 2022 menunjukkan 23 anak terindikasi stunting, dengan prevalensi sekitar 20 persen dari total anak di desa tersebut. Kondisi tersebut diungkapnya sejalan dengan target pemerintah daerah yang menekan angka stunting yang pernah mencapai 14,8 persen berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI)," jelasnya, pada Kamis (27/8/2026).
1. Penanganan stunting dimulai dari perbaikan sumber protein

Warga Desa Gesing diajari Teknologi Budikdamper Probiotik untuk mencegah stunting (Dok.IDN Times/istimewa) Tim Pengabdian Unud memberikan sosialisasi mengenai pentingnya gizi ikan untuk melawan stunting serta teknik budidaya skala rumah tangga. Kemudian dilanjutkan dengan pelatihan teknis instalasi dan tata laksana Budikdamber Probiotik. Ibu-ibu PKK diajari cara merakit instalasi kolam, dosis pencampuran probiotik, teknik pemberian pakan lele, dan penyemaian kangkung Tim juga menyerahkan bantuan sarana produksi berupa ember, bibit lele, benih tanaman kangkung, probiotik, dan pakan lele.
"Setelah kebutuhan protein rumah tangga tercukupi, harapannya banyak bermunculan pembudidaya ikan lele yang nantinya akan berkontribusi dalam peningkatan pendapatan masyarakat Desa Gesing," ujarnya.
2. Masyarakat diperkenalkan dengan sistem Budikdamber Probiotik

ilustrasi lele (unsplash.com/@prelevicm) Budikdamber Probiotik sebagai cara sederhana untuk memelihara ikan dan menanam sayuran di lahan yang terbatas. Menurut Gede Eka Handrayana, cara ini menggunakan ember sebagai tempat memelihara ikan lele, sementara bagian atasnya (tutup ember) dapat digunakan untuk menanam kangkung.
Satu masalah dalam budidaya ikan dengan cara konvensional adalah air yang mudah keruh dan berbau. Kondisi tersebut dapat terjadi karena adanya penumpukan limbah dan amonia dari sisa pakan serta kotoran ikan.
"Untuk mengatasi masalah tersebut, digunakan probiotik seperti Lactobacillus dan Bacillus sp., probiotik dapat membantu menguraikan limbah organik di dalam air sehingga kondisi air lebih terjaga dan tidak mudah bau," jelasnya.
Penggunaan probiotik juga dapat membantu ikan tumbuh dengan baik dan mengurangi penggunaan pakan. Dalam pelaksanaannya, tingkat kelulusan hidup ikan meningkat hingga di atas 80 persen dan efisiensi pakan hingga 20 persen, menghasilkan panen yang lebih optimal dan ekonomis. Dari sisi gizi, sistem ini menghasilkan protein hewani dari ikan lele dan protein nabati sayuran yang dapat dipanen setiap saat untuk memenuhi kebutuhan gizi seimbang keluarga.
3. Masyarakat harus bisa memanfaatkan sistem pertanian terpadu

Warga Desa Gesing diajari Teknologi Budikdamper Probiotik untuk mencegah stunting (Dok.IDN Times/istimewa) Sementara itu, dengan potensi lokal di sektor pertanian seperti perkebunan cengkeh, kopi, alpukat, sayuran, dan beras merah menjadi modal besar untuk integrasi dengan sistem pertanian terpadu. Juga program Budikdamber Probiotik ini menjadi solusi pemanfaatan lahan dan air yang terbatas, sehingga masyarakat Desa Gesing dapat memenuhi kebutuhan pangan keluarga serta dapat diterapkan di wilayah lain dengan karakteristik serupa.
"Tim Universitas Udayana berkomitmen melakukan monitoring secara berkala setiap hari dengan pemantauan pada aspek jumlah ikan lele, kualitas air, dan pertumbuhan sayur kangkung," jelasnya.
Komitmen pemerintah desa yang telah mengalokasikan anggaran APBDes khusus untuk intervensi stunting melalui program PMT dan penanganan gizi diungkapnya juga menjadi faktor pendukung. Selain itu juga melibatkan mitra pelaksana, Tim Penggerak PKK Desa Gesing yang berjumlah 20 orang, dinilai memiliki kapasitas dan semangat tinggi untuk diberdayakan.

















