Festival di Tanah Lot Berpotensi Tingkatkan Volume Sampah 300 Persen

- Festival Tanah Lot Art and Food Festival VII pada 28–30 Agustus 2026 berpotensi menaikkan volume sampah hingga 300 persen dari rata-rata normal 14 meter kubik per hari.
- Manajemen DTW Tanah Lot menyiagakan 129 petugas selama festival dan menerapkan pemilahan sampah organik, anorganik, serta B3 sebelum diambil rekanan.
- Sekitar 80 persen sampah di Tanah Lot berupa organik, dikelola bersama pihak ketiga; sampah B3 ditangani melalui kerja sama dengan DLH Tabanan.
Tabanan, IDN Times - Permasalahan sampah menjadi salah satu tantangan terutama bagi sektor wisata di Kabupaten Tabanan. Terlebih dengan dibatasinya jenis sampah yang bisa dibuang ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Mandung.
Diketahui sejak Mei 2026, TPA Mandung yang berlokasi di Kecamatan Kerambitan ini hanya menerima sampah residu. Permasalahan sampah ini juga menjadi sorotan manajemen Daya Tarik Wisata (DTW) Tanah Lot. Apalagi, pada Jumat (28/8/2026) hingga Minggu (30/8/2026) akan digelar Tanah Lot Art and Food Festival VII.
Manajer Operasional DTW Tanah Lot, I Wayan Sudiana, mengatakan berdasarkan pengalaman dalam melaksanakan festival, volume sampah yang dihasilkan bisa naik hingga 3 kali lipat atau 300 persen dari kondisi normal.
"Untuk mengatasi ini, kami sudah menyiapkan ratusan tenaga untuk menangani sampah di areal DTW Tanah Lot," ujarnya, Rabu (26/8/2026)
1. DTW Tanah Lot menghasilkan 14 meter kubik sampah setiap harinya

Pengelolaan sampah di DTW Tanah Lot (Dok.IDNTimes/Humas Tanah Lot) Sudiana memaparkan bahwa dalam kondisi normal, sampah yang dihasilkan di DTW Tanah Lot rata-rata sekitar 14 meter kubik. Namun, jika ada pelaksanaan festival, volume sampah ini bisa meningkat tiga kali lipat.
Untuk menjaga kawasan tetap bersih dan bebas sampah, pihak manajemen sudah menyiagakan setidaknya 129 orang untuk mengatasi permasalahan sampah ini.
"Ratusan tenaga siaga selama festival berlangsung untuk mengatasi permasalahan sampah yang terjadi," ujar Sudiana.
2. DTW Tanah Lot sudah memiliki sistem pengolahan sampah

Pengelolaan sampah di DTW Tanah Lot (Dok.IDNTimes/Humas Tanah Lot) Sampah-sampah yang dikumpulkan nanti ini, menurut Sudiana, akan dipilah sebelum diambil oleh rekanan.
"Kami di DTW Tanah Lot sudah memiliki sistem pemilahan sampah. Jadi, sebelum diambil rekanan, kami sudah pilah sampahnya menjadi sampah organik, anorganik dan sampah B3," papar Sudiana.
Untuk jenis sampah, sekitar 80 persen sampah yang dihasilkan di DTW Tanah Lot berupa sampah organik. Untuk pengelolaan sampah organik dan anorganik ini, pihak manajemen DTW Tanah Lot bekerja sama dengan pihak ketiga. Sementara untuk sampah B3, pihak manajemen bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tabanan.
"Untuk sampah jenis B3 yang dihasilkan di DTW Tanah Lot itu seperti bungkus pop mie. Untuk sampah jenis ini, kami sudah bekerja sama dengan DLH Tabanan," ujarnya.
3. DTW Tanah Lot laksanakan festival selama tiga hari

DTW Tanah Lot (IDNTimes/Wira Sanjiwani) Dengan siaganya ratusan tenaga serta sudah diterapkannya sistem pengelolaan sampah, pengunjung yang datang selama Festival Tanah Lot tentunya tidak akan terganggu oleh sampah. Diketahui, pelaksanaan festival sendiri berlangsung selama tiga hari, yaitu Jumat (28/8/2026) hingga Minggu (30/8/2026).
Selama festival, pengunjung akan bisa menikmati kegiatan seni, adat dan budaya seperti parade gebogan, tarian, bondres hingga pentas band lokal. Selain itu juga ada pameran usaha kecil, mikro, dan menengah (UMKM) serta kuliner khas Tabanan yang sudah mulai langka seperti rujak bir, pesan testes hingga kuah kakul.
Bagi yang sedang berlibur ke Bali di akhir Agustus, Festival Tanah Lot bisa menjadi rekomendasi tujuan wisata.












![[QUIZ] Pilih Tipe Mebraya di Banjar, Ini Pokemon Master Mirip Kamu](https://image.idntimes.com/post/20230722/untitled-3abfff326b6682096eec0c8e18b4987a.png)







