DLH Tabanan Uruk Tanah untuk Mencegah Kebakaran TPA Mandung

- DLH Tabanan menguruk tumpukan sampah di TPA Mandung untuk mencegah kebakaran saat kemarau, ketika gas metana dan titik panas berisiko terpicu.
- Metode controlled landfill telah mencapai sekitar 70 persen; penutupan tanah dinilai lebih efektif daripada penyiraman karena mengurangi paparan udara ke timbunan sampah.
- Area timur TPA Mandung menjadi fokus pengawasan karena masih ada ruang udara masuk; DLH menyiagakan tangki air dan pompa, sementara asap tipis terlihat di lokasi.
Tabanan, IDN Times - Musim kemarau menjadi ancaman di tempat pemprosesan akhir (TPA). Gas metan yang dihasilkan di dalam tumpukan sampah menjadi rentan terpicu percikan api dalam kondisi musim kemarau yang kering. Untuk mencegah potensi kebakaran, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tabanan menguruk tanah pada tumpukan sampah di TPA Mandung, Desa Sembung Gede, Kecamatan Kerambitan.
Kepala DLH Tabanan, I Made Surya Darma, mengatakan langkah ini untuk mencegah potensi kebakaran, di mana kondisi timbunan sampah berpotensi memunculkan titik panas pada musim kemarau.
1. Pengurukan tanah dianggap lebih efektif dibandingkan hanya dengan menyiram air

Suasana TPA Mandung Tabanan (IDN Times/Wira Sanjiwani) Surya Darma mengatakan pengurukan menjadi langkah utama yang dilakukan untuk mengendalikan kondisi timbunan sampah di TPA Mandung. Pihaknya menutup timbunan menggunakan tanah, sehingga paparan udara terhadap sampah dapat diminimalkan.
Penerapan metode controlled landfill atau pengurukan di TPA Mandung saat ini terus dimaksimalkan. Saat ini dari keseluruhan penanganan yang ditargetkan, penerapan metode tersebut disebut telah mencapai sekitar 70 persen dan masih terus dilanjutkan.
"Langkah pengurukan dengan tanah ini lebih efektif untuk mengantisipasi potensi kebakaran dibandingkan hanya mengandalkan penyiraman. Tetapi DLH tetap menyiagakan sarana pemadaman, termasuk tangki air dan pompa," katanya, Senin (24/8/2026).
2. Area timur TPA Mandung menjadi perhatian

Suasana TPA Mandung Tabanan (IDN Times/Wira Sanjiwani) Saat ini area yang menjadi perhatian adalah di bagian timur TPA Mandung. Kondisi di kawasan tersebut dinilai lebih rawan karena masih terdapat ruang yang memungkinkan masuknya udara ke dalam timbunan.
"Pengurukan tanah ini untuk mengurangi paparan udara yang masuk ke dalam timbunan. Bagian timur lebih diperhatikan karena kawasan ini termasuk rawan. Masih terdapat ruang yang memungkinkan udara masuk ke dalam timbunan," jelas Surya.
Dalam melakukan pengurukan tanah, intensitasnya disesuaikan dengan volume sampah yang masuk ke TPA Mandung. Dalam kondisi tertentu, pengurukan dapat dilakukan hingga dua kali seminggu.
3. DLH Tabanan tetap melakukan pengawasan

Suasana TPA Mandung Tabanan (IDN Times/Wira Sanjiwani) Untuk mencegah terjadinya kebakaran di TPA Mandung, DLH Tabanan akan terus melakukan pengawasan dan penanganan pada bagian-bagian yang dinilai rawan. Surya menilai, upaya pencegahan ini dilakukan sebelum munculnya kebakaran. Selain pengurukan, kesiapsiagaan sarana pemadaman tetap dipertahankan sebagai langkah antisipasi apabila sewaktu-waktu terjadi kondisi darurat.
"Kami DLH Tabanan berharap risiko kebakaran di TPA Mandung dapat ditekan. Penanganan pengurukan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya menjaga keamanan operasional TPA dan lingkungan di sekitarnya," katanya.
Dari pengamatan IDN Times di TPA Mandung pada Senin (24/8/2026), tumpukan sampah tampak sudah tertutupi tanah. Asap tipis tampak terlihat muncul di sisi timur TPA Mandung. Namun, belum sampai menganggu aktivitas di TPA Mandung yang masih berjalan seperti biasa.

















