BMKG Denpasar Peringatkan Gelombang 4 Meter di Perairan Bali

- BMKG Denpasar memperingatkan potensi gelombang 2,5-4 meter pada 25-28 Agustus 2026 di Selat Bali selatan, perairan selatan Bali, dan Selat Lombok selatan.
- Gelombang 1,25-2,5 meter juga berpeluang terjadi di Selat Badung, dengan risiko bagi perahu nelayan dan kapal tongkang pada batas angin serta gelombang tertentu.
- Angin perairan Bali diperkirakan bertiup dari timur hingga tenggara berkecepatan 4-25 knot, sementara arus terkuat tercatat di Selat Lombok selatan hingga 2,31 knot.
Denpasar, IDN Times - Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah III Denpasar mengeluarkan peringatan mulai 25 hingga 28 Agustus 2026 terkait potensi gelombang tinggi 2,5 - 4 meter di Selat Bali bagian Selatan, Perairan Selatan Pulau Bali, dan Selat Lombok Bagian Selatan.
Kondisi tersebut berisiko untuk perahu nelayan pada kecepatan angin 15 knot dan tinggi gelombang 1,25 meter, kapal tongkang dengan kecepatan angin 16 knot dan tinggi gelombang 1,5 meter, dan kapal Feri dengan kecepatan angin 21 knot dan tinggi gelombang 2,5 meter.
Sementara itu, ketinggian gelombang laut dapat mencapai 1,25 - 2,5 meter berpeluang terjadi di Selat Badung. Kondisi tersebut diungkap berisiko untuk perahu nelayan pada kecepatan angin 15 knot dan tinggi gelombang 1,25 meter, serta kapal tongkang dengan kecepatan angin 16 knot dan tinggi gelombang 1,5 meter.
Pada rentang tersebut, pola angin di wilayah Perairan Utara dan Selatan Bali bertiup dari arah Timur - Selatan dengan kecepatan antara 4 - 25 knot. Sedangkan pola angin di wilayah Perairan Selatan Bali bertiup dari arah Timur - Tenggara dengan kecepatan antara 4 - 20 knot.
Pada 25 Agustus 2026 kecepatan arus di Perairan Utara Pulau Bali 0,94 - 0,97 kt; Selat Badung 1,44 - 1,97 kt; Selat Bali bagian Selatan 1,15 - 1,28 kt; Perairan Selatan Pulau Bali 1,37 - 1,54 kt; Selat Lombok bagian Utara 1,43 - 1,65 kt; dan Selat Lombok bagian Selatan 1,58 - 2,31 kt.

















