Pengecekan suhu tubuh bagi setiap pengunjung di DTW Ulun Danu Beratan (Dok.IDN Times/Istimewa)
Generasi muda di Tabanan menyambut baik terkait rencana ini, asalkan sudah menerapkan protokol kesehatan secara ketat.
Seperti yang dipaparkan oleh Made Yosa Bagas Brawijaya, siswa kelas XII Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Tabanan. Menurutnya, sistem e-ticketing yang terintegrasi dengan paket wisata ini sangat baik diadakan, selama protokol kesehatannya dijalankan secara ketat. Selain menambah pemasukan bagi masyarakat yang tergantung pada bidang pariwisata di masa pandemik, Yosa menilai kebijakan ini juga bisa mengusir kejenuhan masyarakat.
"Ini juga menjadi solusi yang lebih aman bagi masyarakat. Mengingat sekarang banyak masyarakat yang walaupun disuruh diam di rumah saja, malah pergi berlibur tanpa memerhatikan protokol kesehatan. Ini akan menjadi solusi yang lebih baik bagi masyarakat karena membawa dampak positif. Yaitu di aspek ekonomi, sosial, dan kesehatan dengan catatan protokol kesehatan yang ketat," kata Yosa.
Hal yang sama juga diungkapkan oleh Ni Putu Lidya Pramesty, siswi SMAN 1 Tabanan. Menurutnya, jika tempat wisata di Tabanan mulai dibuka dan diterapkan sistem e-ticketing yang terintegrasi akan membawa dampak positif dari berbagai aspek. Dengan catatan, pengelola menerapkan protokol kesehatan yang ketat seperti memakai masker, social distancing, dan menyiapkan hand sanitizer.
Selain itu, dari sisi aspek sosial, hal ini menjadi solusi yang aman agar masyarakat tidak jenuh diam di rumah saja.
"Untuk aspek ekonomi, hal ini membantu membangkitkan perekonomian masyarakat yang selama ini anjlok. Terutama bagi pelaku pariwisata dan desa wisata di Tabanan. Pada aspek kesehatan, solusi macam ini bisa mengatasi stres di masyarakat. Jadi kesimpulannya, paket wisata ini sangat membantu baik bagi penyedia jasa dan konsumen selama protokol kesehatan tetap dijalankan," jelasnya.