Lebih Paperless, Ini Perbedaan Tahap Pencalonan Anggota DPRD

Masyarakat juga bisa melihat data caleg via aplikasi

Tabanan, IDN Times - Tahapan terdekat dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 yang digelar oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tabanan adalah pencalonan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tabanan. Tahapan pencalonan anggota DPRD ini dimulai, sejak Senin (24/4/2023) hingga Senin (6/11/2023) mendatang.

Ada beberapa tahapan yang berbeda dibandingkan Pemilu 2019. Satu di antarana pendaftaran lebih paperless dan para bakal calon anggota DPRD tidak perlu membawa banyak berkas pada saat mendaftar.

1. Ada 19 tahapan pencalonan anggota DPRD

Lebih Paperless, Ini Perbedaan Tahap Pencalonan Anggota DPRDIlustrasi Pemilu (IDN Times/Arief Rahmat)

Komisioner KPU Tabanan dari Divisi Teknis, Luh Made Sunadi, mengatakan rangkaian tahapan pencalonan anggota DPRD dibagi atas 19 tahapan. Namun secara umum, 19 tahapan ini dikategorikan dalam empat tahap yaitu pengajuan bakal calon, verfikasi administrasi, penyusunan daftar calon sementara (DCS), dan penetapan daftar calon tetap (DCT).

Ia melanjutkan, tahapan yang sudah berjalan adalah pengumuman pengajuan bakal calon anggota DPR, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota yang dilaksanakan, Senin (24/4/2023) hingga  Minggu (30/4/2023). Setelahnya, KPU Tabanan akan melanjutkan verifikasi administrasi persyaratan calon pada 15 Mei sampai 23 Juni 2023. Kemudian dilanjutkan penyerahan perbaikan persyaratan calon pada 26 Juni 2023 sampai 9 Juli 2023. Tahapan selanjutnya adalah penyusunan dan penetapan DCS anggota DPR dan DPRD pada 12 Agustus 2023 hingga Jumat 18 Agustus 2023.

”Setelah ditetapkan DCS ini kita umumkan dan kita akan himpun masukan serta tanggapan dari masyarakat atas DCS ini,” ujarnya, Jumat (28/4/2023) lalu.

2. Sistem pendaftaran calon anggota DPRD pada Pemilu 2024 berbeda dengan Pemilu 2019

Lebih Paperless, Ini Perbedaan Tahap Pencalonan Anggota DPRDIlustrasi Pemilu. (IDN Times/Mardya Shakti)

Sunadi memaparkan, sistem pendaftaran calon anggota DPRD pada Pemilu 2024 kali ini berbeda dengan Pemilu 2019 lalu. Pada Pemilu sebelumnya, saat mendaftar para bakal calon anggota DPRD membawa banyak berkas.

"Bahkan membawa banyak box. Tetapi untuk Pemilu 2024 ini lebih paperless," katanya.

Pendaftaran yang paperless ini, menurut Sunadi karena pendaftarannya dilakukan melalui aplikasi Silon.

“Dengan adanya sistem Silon ini, selain mendukung paperless, masyarakat juga akan mendapatkan informasi terkait data caleg yang akan dipilih. Salah satu data yang akan ditampilkan dalam Silon yaitu foto, pengalaman organisasi, hingga riwayat pendidikan,” terangnya.

Dalam pendaftaran calon anggota DPRD ini, partai politik (parpol) peserta pemilu sesuai tingkatannya wajib menginput data dan dokumen persyaratan bakal calon, serta dokumen persyaratan administrasi bakal calon.

“Selain itu, wajib juga mengunggah data dan dokumen persyaratan bakal calon dan dokumen persayaratan administrasi bakal calon ke aplikasi Silon,” ungkapnya.

3. Harus memenuhi kuota 30 persen keterwakilan perempuan

Lebih Paperless, Ini Perbedaan Tahap Pencalonan Anggota DPRDIlustrasi Pemilu (IDN Times/Mardya Shakti)

Sunadi melanjutkan, dalam tahapan pendaftaran calon anggota DPRD, diwajibkan memenuhi kuota 30 persen keterwakilan perempuan. Dalam artian untuk setiap tiga orang  bakal calon, wajib terdapat paling sedikit satu orang bakal calon perempuan.

Apabila dalam penghitungan 30 persen, jumlah bakal calon perempuan di setiap dapil menghasilkan angka pecahan, maka penghitungannya ada dua alternatif yaitu:

  • Apabila dua tempat desimal di belakang koma bernilai kurang dari 50, hasil penghitungan dilakukan pembulatan ke bawah
  • Apabila dua tempat desimal di belakang koma bernilai 50 atau lebih, hasil penghitungan dilakukan pembulatan ke atas.

"Apabila partai politik tidak memenuhi ketentuan ini, maka pengajuan bakal calon pada daerah pemilihan yang bersangkutan tidak dapat diterima," jelas Sunadi.

Topik:

  • Irma Yudistirani

Berita Terkini Lainnya