Jalan Nasional di Desa Meliling Tabanan Amblas Sedalam 7 Meter

- Badan Pelaksanaan Jalan Nasional telah melakukan survei terhadap kerusakan jalan nasional di Desa Meliling, Tabanan
- Jalan dilaporkan jebol pada Rabu (7/1/2026) malam dan berpotensi akan semakin meluas jika tidak segera ditangani
- Jalan amblas dengan ketinggian kurang lebih 7 meter dan memiliki ukuran sekitar 2 x 1 meter dengan kedalaman diperkirakan mencapai 7 meter
Tabanan, IDN Times - Jalan nasional Denpasar–Gilimanuk tepatnya di Banjar Meliling Kawan, Desa Meliling, Kecamatan Kerambitan, amblas. Jalan tersebut diduga jebol karena curah hujan tinggi yang mengguyur Tabanan beberapa hari terakhir. Selain itu di bawah jalan terdapat lubang yang menjadi sarang alu atau kadal.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Bina Marga yang juga Sekretaris Dinas PUPRPKP Kabupaten Tabanan, I Gede Partana, membenarkan adanya kerusakan tersebut. Ia menyatakan petugas sudah turun langsung ke lokasi untuk melakukan pengecekan awal. Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) untuk tindakan lebih lanjut.
1. Badan Pelaksanaan Jalan Nasional telah melakukan survei

Menurut Partana, ruas jalan yang mengalami kerusakan tersebut penanganannya menjadi kewenangan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN)
"Statusnya jalan nasional. Jadi menjadi kewenangan BPJN. Sudah kami koordinasikan mengenai kerusakan ini. Pihak BPJN sudah turun melakukan survei," katanya, Jumat (9/1/2025)
2. Jalan dilaporkan jebol pada Rabu (7/1/2026)

Adapun informasi jalan jebol ini sempat beredar di media sosial dan diketahui jebol pada Rabu (7/1/2026) malam. Adapun kerusakan terjadi di sisi Selatan jalan dekat Warung Betutu Men Pandu.
Meski kerusakan terjadi dipinggir jalan, lubang yang terbentuk cukup besar dan berpotensi akan semakin meluas jika tidak segera ditangani.
3. Jalan amblas dengan ketinggian kurang lebih 7 meter

Berdasarkan informasi yang dihimpun, jalan amblas tersebut memiliki ukuran sekitar 2 x 1 meter dengan kedalaman diperkirakan mencapai 7 meter. Kondisi geografis lokasi cukup rawan karena di bawah badan jalan terdapat aliran air. Selain itu, ditemukan pula lubang-lubang yang diduga menjadi sarang alu atau biawak sungai. Kombinasi lubang tersebut dengan derasnya aliran air saat hujan diduga kuat menjadi penyebab jebolnya jalan.
Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, lokasi kejadian telah dipasangi pengaman dan dijaga oleh petugas dari Polsek Kerambitan.


















