60 Siswa SD di Buleleng Unjuk Kemampuan Literasi Lewat Lomba Bertutur

- Sebanyak 60 siswa SD se-Buleleng ikut Lomba Bertutur yang digelar DPAD Buleleng untuk mengasah kemampuan literasi dan bercerita sejak 10 Maret 2026.
- Asisten III Sekda Buleleng, Gede Sugiartha Widiada, membuka lomba dan berharap kegiatan ini menumbuhkan budaya literasi serta kepercayaan diri generasi muda.
- Lomba bertutur menjadi bagian perayaan HUT Kota Singaraja ke-422 dan pemenangnya akan mewakili Kabupaten Buleleng di tingkat nasional.
Buleleng, IDN Times - Sebanyak 60 siswa sekolah dasar (SD) se-Kabupaten Buleleng unjuk kemampuan literasi melalui Lomba Bertutur tingkat SD/MI. Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah (DPAD) Buleleng menyelenggarakan perlombaan ini sejak Selasa (10/3/2026).
Berdasarkan rilis resmi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng, Asisten III (Administrasi Umum) Sekda Buleleng, Gede Sugiartha Widiada membuka secara resmi Lomba Bertutur Tingkat SD/MI se-Kabupaten Buleleng di Kantor DPAD Buleleng.
Melalui lomba yang melibatkan generasi muda Buleleng, Sugiartha berharap dapat berdampak pada tumbuh pesatnya budaya literasi di Buleleng. “Saya berharap menumbuhkan budaya literasi dengan pesat di kalangan generasi muda Buleleng,” ujar Sugiartha. Ia juga berharap agar para peserta dapat berlomba dengan penuh percaya diri.
Bagi Sugiartha, lomba bertutur adalah wujud implementasi ekosistem literasi. Tidak hanya belajar bercerita, perlombaan ini mengasah kemampuan membaca dan memahami makna cerita. Termasuk menyampaikan kembali pesan yang terkandung di dalamnya dengan ekspresi.
Kegiatan memeriahkan HUT Kota Singaraja ke-422
Sementara itu, Kepala Dinas (Kadis) DPAD Buleleng, Gede Dody Sukma Oktiva Askara, menjelaskan Lomba Bertutur Tingkat SD/MI tahun ini adalah rangkaian kegiatan untuk memeriahkan HUT Kota Singaraja ke-422 Tahun 2026. Jumlah peserta lomba sebanyak 60 siswa dengan pelaksanaan lomba selama dua hari.
Kata Dody, lomba bertutur merupakan program rutin DPAD Buleleng setiap tahun dengan tujuan menumbuhkan minat baca, meningkatkan kemampuan literasi dan melestarikan tradisi budaya bertutur di kalangan generasi muda.
“Selain untuk mendorong anak-anak mencintai cerita rakyat, lomba ini juga untuk melatih keberanian, kreativitas dan kemampuan berbicara di depan umum,” tutur Dody.
Ia juga mengucapkan rasa terima kepada guru pembina dan pendamping atas peran mendidik para siswa sehingga dapat tampil dengan baik. Peserta yang berhasil meraih juara pertama akan dipilih mewakili Kabupaten Buleleng menuju Tingkat Nasional.


















