Kasus Suspek Rabies Kembali Mencuat di Karangasem

Karangasem, IDN Times - Seorang anak perempuan berusia delapan tahun berinisial NMRW, warga Desa Labasari, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem, meninggal dunia Rabu lalu, 7 Januari 2025. Anak tersebut diduga terpapar rabies setelah mengalami kontak dengan anjing liar sebulan sebelumnya. Ia tidak langsung mendapatkan Vaksin Anti Rabies (VAR), karena tidak diajak berobat ke puskesmas oleh orangtuanya.
"Waktu digigit, korban tidak langsung diajak berobat ke puskesmas sehingga tidak mendaparkan vaksin anti rabies," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karangasem, I Gusti Bagus Putra Pertama, Jumat (9/1/2025).
1. Berawal dari luka akibat tergigit anjing liar

Peristiwa bermula sekitar sebulan lalu, ketika korban mengalami luka gores di bagian kaki akibat kontak dengan anjing liar. Kejadian tersebut disampaikan ke pihak keluarga. Namun, lukanya hanya dibersihkan secara sederhana di rumah, diolesi bahan alami dan dicuci dengan sabun.
Setelah itu, kondisi korban terlihat normal tanpa keluhan lanjutan. Karena tidak muncul gejala mencurigakan, keluarga menganggap luka tersebut tidak menimbulkan dampak serius. Aktivitas korban pun berjalan seperti biasa hingga awal pekan ini.
2. Kondisi korban drop, hingga kejang

Pada Selasa (6/1/2026), kondisi kesehatan NMRW mendadak menurun. Ia mengalami demam disertai tubuh lemas sepulang sekolah. Keluarga sempat membawanya ke puskesmas untuk mendapatkan penanganan awal dan obat penurun panas. Namun, kondisinya tidak membaik. Ia mulai kesulitan menelan air, muntah berulang, serta menunjukkan reaksi takut terhadap air dan embusan angin.
Melihat kondisi yang semakin mengkhawatirkan, keluarga membawa korban ke sebuah klinik. Di lokasi tersebut, korban dilaporkan mengalami kejang. Tenaga medis kemudian merujuk NMRW ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Karangasem. Setibanya di rumah sakit, korban langsung mendapatkan penanganan intensif di Instalasi Gawat Darurat (IGD) sebelum dipindahkan ke ruang perawatan intensif (ICU).
3. Gejala mengarah ke suspek rabies

Meski telah mendapat perawatan maksimal, kondisi korban terus memburuk. Hingga pada Rabu siang, tim medis menyatakan NMRW meninggal dunia.
Direktur RSUD Karangasem, dr Putu Angga Wirayogi, membenarkan adanya pasien anak dengan gejala mengarah ke rabies. Namun pihaknya belum dapat memastikan penyebab kematian tersebut.
“Statusnya masih suspek rabies. Kami belum bisa memastikan karena anjing yang diduga mencakar korban tidak diketahui keberadaannya,” jelas dr Putu Angga.


















