Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Mengenal Kejahatan Skimming dan Tips Menghindarinya

Mengenal Kejahatan Skimming dan Tips Menghindarinya
IDN Times/Imam Rosidin
Share Article

Denpasar, IDN Times - Maraknya kasus skimming atau pencurian data nasabah di Bali nampaknya harus menjadi perhatian serius. Hal ini setelah terungkapnya empat Warga Negara Asing (WNA) asal Rumania yang ditangkap Direktur Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah (Ditresmkrimsus Polda) Bali.

Seperti apa sih modusnya dan bagaimana caranya biar gak kena kejahatan skimming?

1. Bali terusik kejahatan kelas dunia

IDN Times/Imam Rosidin
IDN Times/Imam Rosidin

Direskrimsus Polda Bali, Kombes Yuliar Kus Nogroho, mengatakan kondusivitas Bali terusik oleh oknum pelaku kejahatan kelas dunia. Mereka terorganisir dan sengaja datang ke Bali untuk melakukan kejahatan seperti skimming.

"Kejahatan yang sering dilakukan oleh WNA salah satunya adalah kejahatan siber atau cyber crime," katanya di Mapolda Bali, Selasa (19/3) lalu.

2. Sisi negatif penggunaan komputer dan internet ketika dipakai oleh penjahat siber

Foto hanya ilustrasi. (Pixabay.com/jarmoluk)
Foto hanya ilustrasi. (Pixabay.com/jarmoluk)

Kejahatan jenis ini sangat terorganisir dan melibatkan kelompok lebih dari satu negara. Ia menjelaskan, kejahatan siber biasanya memanfaatkan jaringan komputer atau internet.

"Jaringan komputer tersebut untuk mendapatkan keuntungan dengan merugikan pihak lain," ujarnya.

3. Bagaimana sih sebenarnya kejahatan skimming itu?

IDN Times/Imam Rosidin
IDN Times/Imam Rosidin

Jenis kejahatan siber semacam tergolong ke dalam ilegal akses atau skimming. Yaitu membuka atau masuk ke akun orang lain dengan cara membobolnya.

"Caranya dengan membuat pemilik akun kehilangan data penting atau material. Pelaku ini sebagian besar dilakukan oleh WNA," jelasnya.

4. Sejak 2016, ada delapan kasus skimming ditangani oleh Polda Bali

Foto hanya ilustrasi. (Pixabay.com/mrganso)
Foto hanya ilustrasi. (Pixabay.com/mrganso)

Kasubdit V Unit Kejahatan Siber, Kompol Gusti Ayu Putu Suinaci, mengatakan dalam tiga tahun terakhir, dari rentang tahun 2016 hingga 2018, ada delapan kasus skimming yang ditangani Polda Bali. Kendati tak merinci satu per satu, semua pelakunya merupakan WNA.

"Kemarin Bulgaria ada juga, semenjak internet ada kasus ini juga ada. Sampai sekarang sudah ada delapan kasus dari 2016 dan 2018. Ada dari Ditreskrimum, Ditreslrimsus dan jajaran Polres yang kita tangani ada delapan," ungkapnya.

Sudah ada puluhan WNA yang berhasil ditangkap. Sementara pelakunya lebih banyak berasal dari Bulgaria dan tempat kejadiannya ada di Denpasar.

"Tersangkanya ada puluhan, kemarin ada empat juga kita tangani, yang banyak di Denpasar, kejadiannya dan pelakunya Bulgaria yang terbanyak," jelasnya.

5. Sasaran kejahatan skimming adalah WNA

foto hanya ilustrasi (Pexels.com/ rawpixel.com)
foto hanya ilustrasi (Pexels.com/ rawpixel.com)

Sementara itu, Minggu (3/2) sekitar pukul 05.00 Wita, petugas berhasil menangkap lima WNA asal Bulgaria yang melakukan kejahatan skimming. Direktur Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah (Polda) Bali, Kombes Andi Fairan, lantas menjelaskan bagaimana mereka melakukan aksinya.

Seluruh korban atau nasabah yang diambil datanya merupakan WNA. Caranya, pelaku memasang alat skimmer di ATM yang terbilang sepi dan tak ada penjaganya. Mereka juga memasang kamera tersembunyi di kanopi ATM.

Setelah itu, data dari nasabah otomatis akan berpindah ke peralatan pelaku. Data-data yang sudah dikumpulkan itu dipindahkan ke kartu ATM putih milik tersangka. Selanjutnya, para pelaku mengambil uang dengan ATM palsu tersebut.

Lebih jauh, Kombes Andi mengatakan selama ini warga Bulgaria sering melakukan kejahatan jenis ini. Mereka biasanya datang ke Bali untuk melakukan aksinya. Setelah berhasil, mereka kembali ke negaranya, dan datang lagi pelaku dengan jaringan yang sama.

"Pencegahan sulit karena mereka datang dengan status sebagai wisatawan," ungkapnya.

6. Cara menghindari skimming

Pexels.com/ mali maeder
Pexels.com/ mali maeder

Ia lantas memberi tips bagaimana mengambil uang yang aman dan bebas dari skimming. Saat mengambil uang, carilah ATM yang memiliki petugas keamanan atau sekuriti. Selain itu, ambil uang di tempat keramaian atau minimarket karena pelaku tak mungkin bisa memasangnya alat skimmer. Terakhir, tutuplah dengan tangan saat memencet nomer pin ATM.

Share Article
Topics
Editorial Team
Imam Rosidin
EditorImam Rosidin

Latest News Bali

See More

Cara Hack Baggy Jeans dan Barrel Pants Biar Auto Standout

30 Mei 2026, 07:01 WIBNews