4 Tipe Anggota Grup WhatsApp, Kamu yang Mana?

- Grup WhatsApp kerap mencerminkan dinamika pergaulan nyata, dengan anggota yang tergabung dalam berbagai kelompok seperti kuliah, kerja, alumni, atau arisan.
- Inisiator percakapan dan anggota paling responsif berperan menghidupkan obrolan, meski pesan berlebihan atau topik kurang tepat dapat membuat notifikasi ramai dan suasana canggung.
- Silent reader umumnya tetap membaca informasi penting, sedangkan anggota yang tak pernah merespons bahkan saat disebut namanya dinilai sulit diajak berkoordinasi.
Aplikasi instant messaging yang memiliki cukup banyak pengguna adalah WhatsApp. Selain dapat dimanfaatkan untuk melakukan komunikasi secara personal, ini juga digunakan untuk menyampaikan informasi kepada kelompok tertentu.
Satu orang saja bisa masuk ke dalam beberapa grup sekaligus, misalnya grup angkatan kuliah, alumni sekolah, pekerjaan, arisan, dan sebagainya. Jadi, sudah pasti ramai, kan?
Nah, bicara soal grup WhatsApp, tentu di setiap grup terdapat beberapa hingga banyak orang sekaligus. Uniknya, situasi grup juga bisa mencerminkan realita sebagaimana bila orang-orang itu berkumpul di dunia nyata. Kalau kamu suka memperhatikan, beberapa tipe orang ini akan selalu ada di dalam grup WhatsApp.
1. Inisiator percakapan

Coba deh perhatikan, hampir di setiap grup WhatsApp selalu ada satu atau dua orang yang aktif menginisiasi percakapan. Biasanya, orang ini melempar suatu informasi atau bisa juga pertanyaan menarik. Begitu chat dari orang ini terkirim, barulah kemudian memancing kemunculan para anggota lainnya.
Kehadiran inisiator ini memang cukup penting mengingat tidak semua orang merasa nyaman untuk memulai chat terlebih dahulu. Namun, harus diakui juga bahwa terkadang ada inisiator yang malah mengganggu. Pasalnya, dia mengirimkan terlalu banyak chat, sehingga notifikasi jadi ramai, atau mungkin melempar topik yang kurang pas dan menimbulkan suasana canggung. Semoga para inisiator di grup-grup WhatsApp milikmu asyik semua, ya!
2. Si Paling Responsif

Selain inisiator, ada juga nih yang tidak kalah aktif, yaitu Si Paling Responsif. Sesuai dengan namanya, mereka adalah orang-orang yang bisa dikatakan hampir selalu merespons chat apa saja yang muncul di dalam grup. Tidak berhenti hanya dengan jawaban secukupnya, mereka juga sering melanjutkan obrolan sampai panjang dan menghadiahi tumpukan notifikasi bagi anggota lain di dalam grup tersebut.
Sebenarnya, Si Paling Responsif ini kerap menciptakan suasana chat yang seru. Mereka pun bisa mengajak anggota lain untuk turut serta meramaikan obrolan. Namun, bila pembicaraannya mulai tidak jelas, terkadang bikin orang yang baca malas juga, ya?
3. Silent reader

Setelah dua tipe anggota grup yang aktif membangun interaksi tadi, sekarang ada tipe anggota grup yang sangat anteng, nih. Saking antengnya, orang-orang ini hampir tidak pernah berkomentar, kecuali bila sangat penting atau malah karena terpaksa. Ya, mereka adalah para silent reader.
Silent reader tentu memiliki berbagai alasan terkait pilihannya yang tidak mau menunjukkan partisipasi aktif dalam obrolan di sebuah grup WhatsApp. Namun demikian, kebanyakan dari mereka tetap membaca setiap informasi yang disampaikan, sehingga bila ada koordinasi untuk hal tertentu, mereka bisa mengikuti sesuai dengan aturan yang ditetapkan. Jadi, masih aman, lah!
4. Tidak pernah memberikan respons apa pun, bahkan saat sudah disebut namanya

Tipe anggota grup WhatsApp yang terakhir ini cukup aneh dan sering bikin kesal. Mereka adalah orang-orang yang sudah jelas ada di dalam grup, tetapi rasanya sulit sekali untuk dijangkau. Bagaimana tidak, setiap kali ada chat, mereka hampir tidak pernah memberikan tanggapan sama sekali. Bukan hanya itu, bila ada pemberitahuan penting pun, mereka juga tidak muncul meski sudah di-mention berkali-kali.
Tidak seperti golongan silent reader yang meski tidak melakukan interaksi secara aktif, tetapi masih rajin membaca chat, anggota tipe terakhir ini bahkan tidak membaca apa pun yang muncul di dalam sebuah grup. Oleh sebab itu, berurusan dengan mereka pasti hanya akan menguras energi. Apa enaknya dikeluarkan dari grup saja, ya?
Beberapa tipe anggota grup WhatsApp tersebut tentunya sering ditemui hampir di seluruh grup. Kendati bebas mau jadi orang yang seperti apa, tetapi alangkah baiknya untuk memilih tipe yang baik. Kalau kamu mau memudahkan urusan orang lain, maka orang lain pun juga tidak akan segan membantumu, bukan begitu?


















