El Nino Hingga 2027, Petani di Tabanan Tetap Menanam Padi

- BMKG memprediksi El Nino bertahan hingga awal 2027 dengan intensitas di atas kategori kuat, berpotensi memperparah musim kemarau sepanjang 2026.
- Petani Subak Asah di Pupuan tetap menanam padi karena aliran Tukad Yeh Bungbungan normal dan mencukupi; mereka sudah dua kali tanam padi tahun ini.
- Subak Asah menanam padi lokal dan Ciherang, sementara Subak Aseman IV memilih jagung yang diperkirakan dipanen Oktober-November 2026 meski menghadapi tikus dan gulma.
Tabanan, IDN Times - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, memprediksi fenomena El Nino akan bertahan hingga awal 2027 dengan intensitas melebihi kategori kuat. Hal ini berpotensi memperparah musim kemarau sepanjang 2026.
Namun, musim kemarau dan fenomena El Nino tidak membuat petani di Subak Asah, Banjar Dinas Asah Tegeh, Desa Karyasari, Kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan banting setir menanam palawija.
Pekaseh Subak Asah, I Ketut Sudiastra, mengatakan Subak Asah tetap menanam padi di tengah musim kemarau.
"Kami musim kemarau ini tetap menanam padi. Hal ini karena ketersediaan air di subak kami masih melimpah meski memasuki musim kemarau," katanya, Senin (3/8/2026).
1. Sumber air Subak Asah berasal dari Tukad Yeh Bungbungan

Sudiastra menyebutkan, sumber air Subah Asah berasal dari Tukad (Sungai) Yeh Bungbungan. Air dari tukad ini terus mengalir meski musim kemarau. Debitnya saat ini normal dan mampu mengairi sawah di Subak Asah. Subah Asah menjadi satu-satunya subak yang kebutuhan airnya berasal dari Tukad Yeh Bungbungan.
"Karena sumber air selalu terpenuhi, Subak Asah tahun ini sudah dua kali menanam padi," kata Sudiastra.
3. Subak Asah menanam dua jenis padi

Pada musim tanam kali ini, Subak Asah melakukan penanaman dua jenis padi. Yaitu jenis padi lokal yang penanamannya dilaksanakan pada Juli 2026 lalu. Jenis lainnya adalah Padi Ciherang, yang akan ditanam Agustus ini.
"HIngga saat ini pertumbuhan padi yang sudah ditanam bagus. Belum ada serangan organisme pengganggu tanaman," kata Sudiastra.
3. Petani di Subak Aseman IV Selemadeg Timur memilih tanam jagung di musim kemarau

Jika petani di Subak Asah tetap menanam padi di musim kemarau, petani di Subak Aseman IV, Desa Tanguntiti, Kecamatan Selemadeg Timur memilih untuk menanam jagung. Pekaseh Subak Aseman IV, I Wayan Suka Artama, mengatakan tanaman jagung sudah mulai ditanam pada Mei dan Juli 2026 lalu. Setelah musim tanam jagung berakhir, pihaknya akan menanam padi.
"Sekarang jagung sudah mulai berbuah. Karena kondisi kering, prediksi hasil panennya bagus. Panen diperkirakan bulan Oktober-November 2026," katanya.
Ia mengaku saat ini memang ada serangan tikus dan gulma. Namun petani sudah melakukan langkah antisipasi, sehingga serangan ini masih bisa dikendalikan.



















