Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Lambung Bocor, KMP Nusa Jaya Abadi Hentikan Pelayaran ke Nusa Penida

Kab. Klungkung
Lambung Bocor, KMP Nusa Jaya Abadi Hentikan Pelayaran ke Nusa Penida
KMP Nusa Jaya Abadi. (Dok. IDN Times/Istimewa)
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • KMP Nusa Jaya Abadi menghentikan pelayaran setelah kebocoran lambung terdeteksi pada 30 Juli 2026; penyeberangan kendaraan Padang Bai-Nusa Penida sementara dilayani kapal LCT.
  • Pemkab Klungkung mempercepat docking yang semula dijadwalkan September melalui proses tender, dengan anggaran sekitar Rp3,6 miliar untuk memperbaiki lambung bocor dan komponen mesin.
  • Empat kapal LCT tetap melayani distribusi logistik ke Nusa Penida. KMP berusia 19 tahun ini sebelumnya beroperasi dua kali sehari sebagai pengangkut kendaraan dan barang.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Klungkung, IDN Times - Layanan penyeberangan kendaraan dari Pelabuhan Padang Bai menuju Nusa Penida untuk sementara mengalami penyesuaian. Sebab KMP Nusa Jaya Abadi, kapal perintis milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klungkung, menghentikan operasional setelah ditemukan kebocoran pada bagian lambung kapal.

Insiden tersebut membuat operator menghentikan pelayaran demi alasan keselamatan. Selama proses perbaikan berlangsung, layanan penyeberangan kendaraan dialihkan menggunakan kapal Landing Craft Transport (LCT) yang masih beroperasi di lintasan tersebut.

Kepala Dinas Perhubungan Klungkung, Anak Agung Gde Putra Wedana, menjelaskan kebocoran pada lambung KMP Nusa Jaya Abadi diketahui terjadi, Kamis (30/7/2026). Setelah dilakukan pengecekan, kapal diputuskan tidak berlayar hingga perbaikan dilakukan. Menurutnya, penghentian operasional merupakan langkah antisipasi agar pelayanan penyeberangan tetap mengutamakan aspek keselamatan.

"Untuk sementara layanan transportasi menuju Nusa Penida dibantu oleh kapal LCT," ujarnya, Minggu (2/8/2026).

1. Jadwal docking dipercepat, perbaikan difokuskan pada lambung dan mesin

Masyarakat yang hendak ke Nusa Penida bisa menyebrang memanfaatkan KMP Nusa Jaya Abadi dari Pelabuhan Padang Bai (IDN Times/Wayan Antara)
Masyarakat yang hendak ke Nusa Penida bisa menyeberang memanfaatkan KMP Nusa Jaya Abadi dari Pelabuhan Padang Bai (IDN Times/Wayan Antara)

Akibat kerusakan tersebut, Pemkab Klungkung berupaya mempercepat proses docking KMP Nusa Jaya Abadi. Sebelumnya, kapal dijadwalkan menjalani perawatan rutin pada September 2026 mendatang. Namun, kondisi terkini membuat prosesnya dipercepat. Putra Wedana mengatakan, proses pengadaan untuk docking saat ini masih berjalan melalui mekanisme tender.

"Mudah-mudahan cepat ada pemenangnya. Sekarang masih proses tender," katanya.

Pemkab Klungkung mengalokasikan anggaran sekitar Rp3,6 miliar untuk docking tahun ini. Dana tersebut diprioritaskan untuk memperbaiki lambung kapal yang bocor, dan komponen mesin yang dinilai membutuhkan penanganan.

Ia mengakui kondisi kapal yang telah beroperasi cukup lama sebenarnya memerlukan perbaikan yang lebih menyeluruh. Namun, keterbatasan anggaran membuat perbaikan tahun ini difokuskan pada bagian-bagian yang paling mendesak.

2. Distribusi logistik dipastikan tetap berjalan meski kapal berhenti

KMP Nusa Jaya Abadi. (Dok.IDN Times/istimewa)
KMP Nusa Jaya Abadi. (Dok.IDN Times/istimewa)

Dinas Perhubungan memastikan penghentian sementara operasional KMP Nusa Jaya Abadi tidak akan mengganggu pasokan kebutuhan pokok maupun material pembangunan ke Nusa Penida.

Saat ini masih tersedia empat kapal LCT yang melayani lintasan Padang Bai-Nusa Penida sehingga distribusi barang tetap dapat berlangsung seperti saat kapal menjalani docking tahunan.

"Jadi kondisinya sama seperti saat docking tahunan lah. Saat docking selama sebulan, penyebrangan kita dibantu LCT," ungkap dia.

3. KMP Nusa Jaya Abadi sudah berusia 19 tahun

Kapal Roro Nusa Jaya Abadi. (Dok.IDNTimes/Wayan Antara)
Kapal Roro Nusa Jaya Abadi. (IDN Times/Wayan Antara)

KMP Nusa Jaya Abadi merupakan kapal perintis yang dikelola Pemerintah Kabupaten Klungkung sejak 2007. Kapal ini melayani dua kali perjalanan setiap hari dan menjadi sarana utama pengangkut kendaraan serta logistik menuju Nusa Penida.

Sebelumnya, Bupati Klungkung, I Made Satria, bahkan sempat mengusulkan penambahan frekuensi pelayaran menjadi tiga kali sehari. Usulan itu bertujuan memperlancar distribusi barang sehingga dapat menekan kesenjangan harga kebutuhan pokok, dan material bangunan antara Nusa Penida dan wilayah daratan Klungkung.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More