Luapan Air Irigasi Terjang Sanggah Warga di Klungkung

- Hujan deras di Klungkung pada Minggu sore menyebabkan saluran irigasi di Dusun Tangkedan meluap dan menerjang tembok sanggah milik warga.
- Pemilik bangunan sempat berupaya membuat aliran air tambahan untuk mencegah luapan, namun debit air dari hulu terus meningkat hingga merobohkan tembok sanggah.
- Kerusakan pada tembok dan pelinggih menyebabkan kerugian sekitar Rp20 juta, sementara pihak kepolisian mengimbau warga sekitar irigasi agar lebih waspada saat hujan deras.
Klungkung, IDN Times - Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Klungkung, pada Minggu (15/3/2026) sore, memicu luapan air irigasi di Dusun Tangkedan, Desa Selat, Kecamatan Klungkung.
Luapan air tersebut menerjang tembok sanggah (tempat peribadata di pekarangan rumah) milik warga hingga roboh dan merusak beberapa pelinggih di sekitarnya.
Peristiwa ini menyebabkan pemilik bangunan, I Made Punduh, mengalami kerugian materiel yang diperkirakan mencapai Rp20 juta.
"Hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Klungkung dan sekitarnya pada Minggu sore. Kondisi tersebut membuat debit air di saluran irigasi meningkat cukup cepat dan menerjang bangunan sanggah warga," ujar Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Klungkung, Kompol I Wayan Sujana, Senin (16/3/2026).
1. Pemilik bangunan sempat membuat saluran air untuk mengantisipasi luapan air irigasi

Melihat hujan yang semakin deras, pemilik bangunan keluar rumah untuk mengantisipasi luapan air dari saluran irigasi yang berada tidak jauh dari lokasi sanggah.
Korban sempat berupaya membuat aliran di samping tembok sanggah agar air tidak langsung menerjang bangunan.
"Langkah tersebut dilakukan karena posisi sanggah milik korban berada sangat dekat dengan jalur irigasi," jelas Sujana.
2. Air irigasi dari hulu meluap dan menerjang tembok

Namun debit air dari hulu irigasi terus meningkat seiring hujan yang semakin deras. Air meluap dan menghantam tembok sanggah milik korban.
“Tembok sanggah tidak kuat menahan derasnya aliran air irigasi sehingga roboh,” jelas Sujana.
3. Korban mengalami kerugian Rp20 juta

Akibat kerusakan tembok sanggah dan beberapa pelinggih, korban mengalami kerugian materiel sekitar Rp20 juta.
"Kami mengimbau warga yang tinggal di dekat saluran irigasi atau sungai untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan deras yang berpotensi menyebabkan luapan air," ungkap Sujana.


















