Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Kasus Rabies Tabanan 2026, VAR Harus Diberikan Maksimal Seminggu

Kasus Rabies Tabanan 2026, VAR Harus Diberikan Maksimal Seminggu
ilustrasi anjing yang terjangkit rabies (pexels.com/Alexas Fotos)
Intinya Sih
5W1H
  • Empat warga Desa Karya Sari, Tabanan digigit anjing positif rabies dan langsung mendapat penanganan luka serta vaksin anti rabies (VAR) untuk mencegah infeksi virus mematikan tersebut.
  • Dokter RSUD Tabanan menjelaskan efektivitas VAR mencapai 100 persen bila diberikan lengkap dan tepat waktu, disertai pembersihan luka dengan sabun serta air mengalir selama 15 menit.
  • Data BPBD Bali mencatat satu kematian akibat rabies di Tabanan tahun 2025 karena korban tidak menerima VAR secara lengkap, sementara tiga korban lain selamat setelah vaksinasi penuh.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Tabanan, IDN Times - Kasus gigitan anjing positif rabies kembali terjadi di Kabupaten Tabanan tepatnya Desa Karya Sari, Kecamatan Pupuan. Anjing tersebut menggigit empat orang warga. Mereka langsung mendapatkan penanganan luka dan pemberian VAR (vaksin anti rabies).

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Tabanan, I Gede Eka Parta Ariana, mengatakan kasus gigitan anjing di Desa Karya Sari terjadi pada Jumat lalu, 14 April 2026). Sementara anjing yang mengigit dipastikan positif rabies lewat pemeriksaan laboratorium.

"Pihak Dinas Pertanian juga telah melakukan vaksinasi emergency pada Kamis (23/4/2026) bagi anjing di wilayah tersebut dengan total 153 anjing tervaksin," ujarnya, Kamis (30/4/2026).

Pemberian VAR merupakan hal wajib untuk mencegah virus rabies menyerang sistem saraf pusat dan menyebabkan kematian. Sebenarnya seberapa efektif VAR dalam mencegah terjadinya rabies? Berikut pemaparan Dokter Spesialis Neurologi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tabanan, I Made Domy Astika.

1. Virus Rabies memiliki mortalitas atau tingkat kematian 100 persen

Ilustrasi hewan terjangkit rabies (freepik.com/aleksandarlittlewolf)
Ilustrasi hewan terjangkit rabies (freepik.com/aleksandarlittlewolf)

Domy mengatakan, virus rabies memerlukan waktu bervariasi untuk mencapai sistem saraf pusat hingga menimbulkan gejala dan kematian. Tingkat mortalitas atau kematian virus ini adalah 100 persen jika sudah menginfeksi sistem saraf pusat dan menimbulkan gejala.

Sehingga membentuk ketahanan tubuh melalui pemberian VAR sangat penting dilakukan bagi korban gigitan anjing rabies. Ketahanan tubuh yang terbentuk ini mencegah virus menginfeksi sistem saraf pusat.

Rata-rata virus rabies menimbulkan gejala bervariasi berdasarkan letak luka gigitan. Jika luka dekat leher dan kepala membutuhkan waktu satu minggu, wilayah tangan sekitar satu bulan, dan wilayah kaki sekitar empat bulan.

"Intinya, semakin dekat luka dengan susunan saraf pusat, maka semakin cepat virus menginfeksi dan menimbulkan gejala. Jika sudah ada gejala, tingkat kematiannya adalah 100 persen," kata Domy.

2. Efektivitas VAR adalah 100 persen

Ilustrasi anjing tidur (pexels.com/Torsten Dettlaff)
Ilustrasi anjing tidur (pexels.com/Torsten Dettlaff)

Domy melanjutkan, idealnya VAR diberikan segera setelah digigit dan paling lambat diberikan seminggu setelah digigit.

"Kekebalan muncul 7-14 hari setelah divaksin. Untuk luka yang berlokasi di kepala dan leher biasanya dikombinasikan dengan pemberian Serum Anti Rabies (SAR)," ujar Domy.

Apabila diberikan secara lengkap dan waktu yang tepat, efektivitas VAR tersebut mencapai 100 persen. Selain vaksinasi, pembersihan luka dengan sabun dan air mengalir selama 15 menit juga penting untuk membunuh virus di sekitar luka. Sehingga jumlah virus yang masuk ke dalam tubuh bisa lebih ditekan.

3. Tabanan mencatat satu kasus kematian rabies pada 2025

ilustrasi anjing di atas karpet (pexels.com/Pixabay)
ilustrasi anjing di atas karpet (pexels.com/Pixabay)

Dari data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali, tahun 2025 mencatat satu kasus kematian rabies pada manusia di Tabanan. Dikonfirmasi mengenai hal ini, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tabanan, dr Ida Bagus Surya Wira Andi, membenarkan hal tersebut. Korbannya seorang perempuan berusia 49 tahun. Tergigit anjing di pergelangan tangan pada 13 Maret 2025 di wilayah Jalan Anyelir, Kecamatan Tabanan.

"Anjing yang menggigit adalah anjing peliharaan sendiri. Saat itu korban gigitan ada empat orang," kata Bagus Surya.

Korban meninggal dunia saat berada di Kabupaten Buleleng pada 14 April 2025. Kematiannya dinyatakan positif rabies. Bagus Surya menyebutkan, berdasarkan riwayat korban, ia tidak lengkap menerima VAR, di mana VAR ketiga tidak tercatat.

"Sementara untuk tiga korban gigitan lainnya hingga saat masih sehat karena pemberian VAR-nya lengkap," katanya.

Dari kasus ini, ia menyatakan bahwa pemberian VAR harus dilakukan dengan cepat dan lengkap agar efektivitasnya terjadinya rabies mencapai 100 persen.

4. Syarat pemberian VAR dan rabies centre di Tabanan

ilustrasi vaksin rabies (pexels.com/Stéf -b)
ilustrasi vaksin rabies (pexels.com/Stéf -b)

Berdasarkan data pada 2025, korban gigitan hewan penular rabies di Tabanan sebanyak 8.175 orang. Dari jumlah itu, 3.805 orang di antaranya mendapatkan VAR. Pemberian VAR ini dikelompokkan berdasarkan kategori antara lain:

  • Kategori 1: hanya berupa jilatan anjing tidak ada luka (tidak diberikan VAR)
  • Kategori 2: ada luka gigitan pada kulit atau luka lecet tanpa pendarahan (pemberian vaksin ditunda dan observasi anjing. Jika anjing mati seminggu setelah mengigit, maka pemberian VAR dilaksanakan)
  • Kategori 3: Ada gigitan, cakaran yang menembus kulit, multiple luka dan terjadi pendarahan (VAR diberikan secara lengkap)

Pemberian VAR totalnya diberikan sebanyak 4 vial. Dosis pertama 2 vial diberikan pada hari ke-0, disusul 1 dosis pada hari ke-7, dan 1 dosis hari ke-21.

Korban gigitan yang pernah mendapatkan VAR lengkap sebelumnya pun ada syaratnya. Jika gigitan terjadi lebih dari setahun setelah mendapatkan VAR lengkap, maka VAR kembali diberikan secara penuh. Jika dalam rentang waktu 3-12 bulan, maka hanya diberikan booster atau satu dosis. Jika kurang dari tiga bulan, maka VAR tidak diberikan.

Lalu di mana masyarakat Tabanan bisa mendapatkan VAR? Bagus Surya mengatakan, Kabupaten Tabanan memiliki 22 rabies centre, masing-masing 20 puskesmas yang ada di Kabupaten Tabanan, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tabanan, dan RSUD Singasana.

Share
Topics
Editorial Team
Irma Yudistirani
EditorIrma Yudistirani
Follow Us

Latest News Bali

See More