Berawal Diajak Nikah, Lansia di Nusa Penida Kehilangan Perhiasan Emas

- Seorang lansia di Nusa Penida kehilangan perhiasan emas setelah didatangi pria yang sebelumnya mengajaknya menikah dan berpura-pura ingin mengisi daya ponsel di kamarnya.
- Perhiasan berupa kalung, gelang, dan anting emas dengan total berat sekitar 23 gram raib, menyebabkan kerugian ditaksir mencapai Rp44,4 juta.
- Pihak kepolisian telah mengantongi identitas terduga pelaku bernama Kadek Arya dan masih melakukan pengejaran sambil mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap orang asing.
Klungkung, IDN Times - Seorang lansia di Kecamatan Nusa Penida, Ni Wayan Suarti (76), harus merelakan perhiasan emas miliknya hilang setelah didatangi pria yang sempat mendekatinya dan mengajak menikah. Peristiwa itu terjadi di Banjar Sental Kawan, Desa Ped sekitar pukul 10.30 Wita pada Kamis lalu, 15 Januari 2026.
Korban baru melaporkan kejadian tersebut ke polisi pada Rabu, 29 April 2026. Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Kepolisian Resor (Kasi Humas Polres) Klungkung, Iptu I Dewa Nyoman Alit Purnawibawa, menjelaskan pria yang diketahui bernama Kadek Arya itu sudah beberapa kali datang ke rumah korban sekitar tujuh bulan sebelum kejadian. Ia bahkan mengutarakan niatnya untuk menikahi korban, namun ditolak.
"Identitas terduga pelaku sudah kami kantongi, kami masih lakukan pengejaran terhadap terduga pelaku," ungkap dia.
1. Terduga pelaku beralasan isi daya ponsel biar bisa masuk kamar

Pada hari kejadian, pelaku kembali datang ke rumah korban. Ia meminta izin untuk mengisi daya ponselnya di dalam kamar korban. Setelah beberapa waktu, pelaku meninggalkan lokasi. Korban merasa curiga dan langsung memeriksa tempat penyimpanan perhiasannya yang berada di bawah kasur.
2. Puluhan gram perhiasan emas hilang

Kecurigaan korban terbukti. Perhiasan yang disimpan sudah tidak ada. Yaitu satu kalung emas seberat 10gr (gram), satu gelang emas 10gr, serta sepasang anting-anting sekitar 3gr.
"Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian yang ditaksir mencapai Rp44,4 juta," ungkap Alit.
3. Polisi masih memburu terduga pelaku

Kasus ini kini ditangani oleh pihak kepolisian. Berdasarkan keterangan korban, identitas terduga pelaku sudah diketahui dan sedang dalam pengejaran.
"Kami mengingatkan masyarakat, khususnya lansia yang tinggal sendiri, untuk lebih waspada terhadap orang baru yang mencoba mendekat dengan berbagai alasan," jelas Alit.


















