Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Lima Poin Kesuksesan Bali Tech Week 2026

Kota Denpasar
5 min read
Lima Poin Kesuksesan Bali Tech Week 2026
Menteri Koordinasi Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Republik Indonesia, Bahlil Lahadalia bersama dengan Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia (Menkomdigi), Meutya Viada Hafid membuka langsung kegiatan Bali Tech Week (BTW) 2026 di Sanur pada Senin (19/10/2026) siang (Dok.IDN Times/istimewa)
  • Bali Tech Week 2026 di Sanur mempertemukan pemerintah, industri, startup, investor, akademisi, dan komunitas lintas negara untuk membuka investasi, pasar global, serta dialog kebijakan digital ASEAN.
  • Melalui Hub.id Global Summit dan IGDX, forum ini menghubungkan startup, investor, korporasi, studio gim, serta publisher internasional demi pendanaan, kemitraan teknologi, distribusi, dan akses pasar.
  • BTW 2026 mendorong AI lokal, pemerataan infrastruktur digital, tata kelola aset digital, keamanan siber, dan kolaborasi ASEAN dengan fokus pada perlindungan pengguna serta kepastian regulasi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Denpasar, IDN Times - Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) telah menyelenggarakan Bali Tech Week (BTW) 2026 di Bali Beach Convention Center, Sanur pada 19–23 Oktober 2026. Kegiatan tersebut diungkap sukses dan semakin memperkuat kepercayaan terhadap ekosistem digital Indonesia. Sehingga membuka peluang investasi hingga pengembangan kecerdasan buatan (AI).

Menteri Komunikasi dan Digital RI, Meutya Hafid, mengatakan BTW telah mempertemukan pemerintah, industri, startup, investor, akademisi, dan komunitas dari Indonesia serta berbagai negara. Kegiatan tersebut membuka peluang investasi, akses pasar global, dan pengembangan kecerdasan artifisial (AI), sekaligus memperkuat dialog kebijakan di kawasan ASEAN.

Konektivitas tersebut harus menghasilkan pertumbuhan sekaligus memberikan pelindungan bagi masyarakat dan kepastian bagi dunia usaha.

“Tugas utama kita tidak lagi hanya membangun konektivitas Indonesia, tetapi juga memastikan konektivitas itu diterjemahkan menjadi pertumbuhan, baik ekonomi, masyarakatnya, maupun perbaikan layanan publik. Pada ujungnya, inovasi harus mampu melindungi masyarakat, dan melindungi perusahaan dengan memberikan kepastian regulasi,” ungkapnya, Rabu (28/10/2026).

Berikut ini sejumlah kesuksesan kegiatan BTW 2026 yang tercatat selengkapnya.

  1. 1. Bali Tech Week 2026 membuka akses investasi dan pasar global

    Komdigi
    HUB.ID Power Breakfast bertema Rewriting the Future of Indonesia’s Startup Investment: From Insight to Action di Bali Beach Garden Terrace, Sanur pada Selasa (20/10/2026) (Dok.IDN Times/Komdigi)

    Menurut Direktur Jenderal Ekosistem Digital Komdigi, Edwin Hidayat Abdullah, Bali Tech Week 2026 merupakan upaya kolaboratif untuk memperkuat ekosistem digital Indonesia. melalui Hub.id Global Summit 2026, Komdigi mempertemukan 81 startup, 45 investor, dan 35 korporasi dari 13 negara dalam sesi business matchmaking terkurasi.

    Kehadiran korporasi memperluas peluang startup untuk menjangkau calon pelanggan, mengembangkan kemitraan penerapan teknologi, serta menjajaki akses pasar dan pendanaan.

    "Melalui HUB.ID Global Summit, kolaborasi ini diterjemahkan menjadi pertemuan bisnis yang terarah, membuka akses pendanaan, kemitraan strategis, dan pasar bagi inovasi Indonesia," terangnya.

    Lalu di sektor gim, Indonesia Game Developer Exchange (IGDX) 2026 berhasil mempertemukan 244 studio gim dan 66 publisher dari 31 negara. Forum ini membuka kesempatan bagi pengembang Indonesia untuk menjajaki penerbitan, distribusi, investasi, dan pengembangan gim bersama mitra internasional.

    Akses lintas negara turut diperkuat oleh Endeavor Indonesia melalui Access to Market Tour: Indonesia Edition. Program ini membawa wirausahawan dari Malaysia, Filipina, Vietnam, Arab Saudi, dan Brasil mengikuti rangkaian BTW.

  2. 2. Bali Tech Week 2026 memperkuat kemampuan AI Indonesia

    Komdigi
    Kegiatan Bali Tech Week (BTW) 2026 di Sanur pada Senin (19/10/2026) siang (Dok.IDN Times/istimewa)

    BTW 2026 menjadi panggung bagi pengembangan teknologi AI yang memahami kebutuhan lokal. Misalnya, GoTo yang meluncurkan model bahasa besar atau Large Language Model (LLM) open-source dengan 27 miliar parameter. Ini dikembangkan untuk memahami Bahasa Indonesia serta sejumlah bahasa daerah, termasuk Jawa, Sunda, Bali, dan Batak.

    Model ini disediakan secara gratis bagi startup, pelaku bisnis, universitas, peneliti, dan institusi publik untuk digunakan, dipelajari, serta diadaptasi dalam pengembangan solusi AI. Sementara itu, Telkomsel menampilkan 9 produk dan layanan berbasis AI yang dikembangkan secara lokal untuk memperoleh masukan dari pengguna dan mitra sebelum pengembangan berikutnya.

    Dalam The 6th Artificial Intelligence Impact Summit (AIIS) 2026, KORIKA bersama AI Singapore meluncurkan Project NUSA (Network for Unified, Secure AI). Inisiatif ini mengembangkan fondasi tata kelola dan pengetahuan lokal yang dapat digunakan bersama untuk mendukung penerapan AI yang aman, tepercaya, dan relevan dengan kebutuhan industri. Pada tahap awal, 20 pihak dari industri, teknologi, dan pendidikan tercantum sebagai bagian dari ekosistem Project NUSA.

    Sedangkan Foundry Collective memperkenalkan AI-Native Company Builder bersama Founder Institute, dengan angkatan perdana ditargetkan dimulai pada kuartal pertama 2027. Foundry juga memaparkan Indonesia AI Startups Compendium 2026, hasil kolaborasi dengan DailySocial.id, yang memuat profil 40 startup AI terkurasi dari tujuh vertikal industri.

  3. 3. Bali Tech Week 2026 memperluas infrastruktur dan peluang investasi digital

    Telkomsel
    Telkomsel (IDN Times/Ayu Afria)

    Melalui rangkaian BTW, TelkomGroup mengangkat penguatan kedaulatan digital dan peluang Indonesia menjadi Indo-Pacific Digital Hub. Kontribusi ini mencakup konektivitas domestik dan internasional, pengembangan kapabilitas AI, serta keamanan dan ketahanan digital sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi. Peluang investasi infrastruktur turut dibahas melalui agenda pemerataan pusat data hingga Indonesia bagian Timur.

    Pembahasan ini menegaskan bahwa kesiapan AI membutuhkan dukungan infrastruktur menyeluruh. Termasuk listrik yang andal, kapasitas jaringan yang memadai, serta koordinasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, operator, penyedia energi, dan investor. Pemerataan infrastruktur diharapkan membuka peluang investasi digital yang lebih luas sekaligus mendukung kebutuhan industri dan layanan publik di berbagai wilayah.

  4. 4. Bali Tech Week 2026 membangun kepercayaan dan ekosistem aset digital yang bertanggung jawab

    Komdigi
    Kegiatan Bali Tech Week (BTW) 2026 di Sanur pada Senin (19/10/2026) siang (Dok.IDN Times/istimewa)

    Melalui Tokocrypto Digital Summit 2026, mempertemukan sekitar 600 peserta dari kalangan regulator, pelaku industri global, dan ekosistem blockchain. Forum ini mengangkat pentingnya kejelasan regulasi, transparansi, literasi keuangan, dan pelindungan konsumen dalam mendukung pertumbuhan industri aset digital Indonesia.

    Keterlibatan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta pelaku industri nasional dan global mempertemukan perspektif pengawasan dengan kebutuhan inovasi. Pembahasan menekankan bahwa pertumbuhan industri perlu ditopang tata kelola, manajemen risiko, keamanan siber, dan pemahaman masyarakat terhadap peluang serta risiko aset digital.

    Penguatan ketahanan digital juga dibahas melalui AI & Cybersecurity Executive Forum (AICX) 2026, yang diselenggarakan ITSEC Asia bersama Komdigi. Menghadirkan lebih dari 600 peserta dan 25 pembicara nasional serta internasional, forum ini membahas AI, keamanan siber, dan kesiapan menghadapi teknologi kuantum, termasuk kebutuhan pengembangan talenta, investasi infrastruktur, dan ketahanan operasional.

  5. 5. Bali Tech Week 2026, memperkuat kolaborasi ASEAN melalui terhubung, tumbuh, dan terjaga

    Komdigi
    Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia (Menkomdigi), Meutya Viada Hafid dan Menteri Pembangunan Digital dan Informasi Singapura, Josephine Teo juga dalan sebuah diskusi Bali Tech Week (BTW) 2026 di Sanur (Dok.IDN Times/istimewa)

    Dimensi regional BTW tercermin dalam dialog Meutya Hafid bersama Menteri Pembangunan Digital dan Informasi Singapura, Josephine Teo, yang membahas kepercayaan digital, tata kelola AI, dan kolaborasi kawasan. Dalam dialog terpisah bersama Menteri Komunikasi Malaysia Fahmi Fadzil, pelindungan anak, tanggung jawab platform, dan pendekatan regulasi menjadi perhatian bersama.

    Pertukaran pandangan tersebut mencerminkan kesamaan arah untuk memajukan ekonomi digital ASEAN sekaligus menjaga keamanan masyarakat. Kolaborasi lintas negara membuka ruang berbagi pengalaman kebijakan dan mendorong tanggung jawab platform digital yang beroperasi melampaui batas negara.

    Semangat Terhubung diwujudkan melalui infrastruktur dan jejaring pemerintah, startup, investor, industri, serta mitra regional. Tumbuh diterjemahkan melalui peluang investasi, akses pasar, demonstrasi teknologi, transformasi digital, dan berbagi pengetahuan.

    Sementara itu, Terjaga menempatkan keamanan dan pelindungan pengguna sebagai fondasi pertumbuhan, sejalan dengan agenda Komdigi, termasuk PP TUNAS, registrasi kartu SIM berbasis biometrik, DARA, dan Indonesia Game Rating System (IGRS).

    Keterhubungan talenta, inovasi, industri, dan pasar juga menjadi arah pengembangan Garuda Spark Innovation Hub, agar kolaborasi dapat membantu pelaku ekosistem mengembangkan teknologi dan memperluas peluang usaha.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More