- Dokter asing bisa praktik di BIH
- Bisa mendapatkan obat yang mungkin belum didistribusikan di mana pun di Indonesia melalui special access scheme atau jalur khusus. BIH bisa mendapatkan obat-obat yang sudah terbukti dan digunakan di luar negeri
- Diberikan keleluasaan di bagian pajak atau tax exemptions, sehingga lebih mudah dan mampu bersaing dengan rumah sakit lainnya.
Bali International Hospital Punya Akses Khusus 50 Obat Kemo Kelas Dunia

- Bali International Hospital memiliki akses khusus terhadap 40–50 obat kemoterapi kelas dunia melalui jalur KEK Sanur, yang disebut belum tersedia di wilayah Indonesia lain.
- Keuntungan KEK Sanur memungkinkan dokter asing berpraktik, akses obat lewat special access scheme, serta keringanan pajak; BIH mengklaim biayanya lebih rendah dibanding Singapura.
- Pada semester II 2026, kunjungan rawat jalan BIH naik menjadi 250 pasien per hari; 60 persen pasien merupakan ekspatriat, sementara layanan dominan mencakup onkologi dan kardiovaskular.
Denpasar, IDN Times - Sebanyak 40 hingga 50 jenis obat-obatan kemo kelas dunia digunakan di Bali International Hospital (BIH). Hal ini menjadikan BIH satu-satunya rumah sakit umum bertaraf internasional di Indonesia yang memiliki izin distribusi obat-obatan kelas dunia tersebut.
Hal tersebut disampaikan Vice Director Medical Bali Internasional Hospital, dr Widy Hartono, dalam pertemuan The Sanur as Indonesia’s First Integrated Health & Wellness Destination di Bali Beach Hotel, Sanur, pada Rabu (28/10/2026). Menurutnya, jenis obat tersebut hanya didistribusikan di luar negeri. Hingga hari ini, hanya BIH yang mendapatkan akses khusus penggunaan di Indonesia.
"Salah satu keuntungan kita berada di Kawasan Ekonomi Khusus adalah Bali International Hospital, saya rasa juga tenant-tenant yang lain, bisa memasukkan obat melalui jalur khusus. Obat itu gak bisa didapatkan di wilayah lain di Indonesia. Tapi di luar negeri dipakai. Sekarang itu sudah ada sekitar 40 atau 50 obat-obatan kemo yang bisa dibilang Bali International Hospital saja yang punya," terangnya.

Hal tersebut menjadi benefit sekaligus privilege bagi BIH. Widy mencatat ada tiga benefit BIH sebagai bagian dari KEK Sanur atau The Sanur:
Ia menyebutkan bahwa dengan dokter, teknologi, dan obat-obatan yang sama, biaya di BIH diklaim lebih murah dari pada Singapura. Hingga saat ini tercatat sekitar 30 dokter asing berpraktik di BIH dari total 120 dokter spesialis, dengan dominasi dari Singapura. Beberapa dokter asing lainnya berasal dari Jepang, Malaysia, dan China.

Ia menyebutkan selama 1,5 tahun beroperasi, sekitar 25 persen dari 4 pasien yang berobat ke luar negeri beralih ke BIH untuk kemoterapi. Tercatat pasien paling banyak ke BIH adalah Onkologi, Kardiovaskular, Neurologi, Gastroenterologi dan Ortopedi. Rumah sakit ini telah dilengkapi sekitar 15 unit alat canggih, terutama untuk kedokteran nuklir yang belum banyak ada di Indonesia Timur.
Widy mengatakan ada kenaikan kunjungan pasien di semester dua tahun 2026 menjadi 250 pasien rawat jalan per hari jika dibandingkan sebelumnya 150 pasien per harinya. Rawat inap juga tercatat mengalami peningkatan, dari biasanya 15 tempat tidur menjadi 25-30 tempat tidur. Kunjungan gawat darurat yang biasanya 10 pasien per 24 jam kini 30 pasien per 24 jam.
"Untuk demografinya kita saat ini memang 60 persen pasiennya Bali International Hospital itu adalah foreigners, yaitu expat. Jadi yang memang tinggal di sini, 40 persennya itu adalah lokal. Jadi kalau dari demografinya, 60 persennya itu memang masih dari Aussie, Europe dan segala macam," jelasnya.

















